Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BRIN Kembangkan Mitigasi Gelombang Ekstrem Berbasis Alam untuk Lindungi Bandara YIA

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BRIN Kembangkan Mitigasi Gelombang Ekstrem Berbasis Alam untuk Lindungi Bandara YIA
Foto: (Sumber: Yogyakarta International Airport (YIA). FOTO ANTARA/Andreas Fitri Atmoko.)

Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan pendekatan mitigasi gelombang laut ekstrem dan tsunami di kawasan Bandar Udara Internasional Yogyakarta (YIA) menggunakan Nature-based Solutions (NbS) atau solusi berbasis alam.

Strategi Terpadu dan Berlapis Lindungi Infrastruktur dan Lingkungan

Pendekatan NbS ini bertujuan merancang sistem perlindungan pantai yang efektif dalam meredam energi gelombang, berkelanjutan, serta selaras dengan ekosistem pesisir.

Khusnul Setia Wardani, periset dari Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN, menjelaskan bahwa strategi perlindungan kawasan YIA menerapkan sistem pertahanan berlapis (multi-layer defense) yang memadukan struktur keras dan elemen alami.

Struktur keras seperti groin dan tanggul laut dipadukan dengan gumuk pasir, vegetasi pantai, sand nourishment, dan terumbu karang.

Groin dibangun menjorok ke laut untuk mengatur arus sejajar pantai serta pergerakan sedimen, dengan tujuan mengurangi abrasi dan melemahkan gelombang sebelum mencapai daratan.

Sementara itu, pantai berpasir di sisi darat berfungsi sebagai peredam alami pertama terhadap gelombang ekstrem.

Vegetasi pantai menjadi salah satu elemen kunci dalam pendekatan NbS ini.

BRIN merekomendasikan penanaman kombinasi cemara udang (Casuarina equisetifolia L.) dan pandan laut (Pandanus tectorius) guna memperlambat aliran air, menahan sedimen, serta meredam energi gelombang sisa dan limpasan air laut.

Antisipasi Risiko Tsunami dan Perubahan Iklim di Pesisir Selatan Jawa

Kawasan sisi selatan Bandara YIA dikenal sebagai wilayah Pakualaman Ground, yang digunakan untuk kegiatan pariwisata dan pertanian masyarakat.

Karena itu, pemilihan vegetasi harus memperhatikan keselamatan operasional bandara, tidak menarik burung, serta dapat dikombinasikan dengan tanaman pangan.

Mitigasi gelombang ekstrem di kawasan ini menjadi sangat penting mengingat pesisir Indonesia semakin rentan akibat perubahan iklim dan kenaikan muka air laut.

Pesisir selatan Jawa tergolong zona risiko tinggi karena berdekatan dengan zona megathrust yang berpotensi memicu tsunami besar.

Bandara YIA yang dibangun di pesisir selatan Jawa dan berhadapan langsung dengan zona subduksi lempeng aktif, sangat berisiko terdampak gelombang laut ekstrem dan tsunami akibat aktivitas tektonik.

Sebagai perlindungan tambahan, BRIN mendorong pembangunan tanggul di belakang zona vegetasi sebagai struktur pelindung terakhir yang bersifat hibrida.

Tanggul ini juga dirancang multifungsi sebagai jalan untuk meningkatkan efisiensi ruang dan konektivitas wilayah.

BRIN berharap penerapan NbS tidak hanya mampu melindungi infrastruktur strategis seperti bandara, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Penulis :
Ahmad Yusuf