
Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan simulasi kebijakan tes kemampuan akademik dan digitalisasi pembelajaran dalam rangkaian Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 di Gedung PPSDM Kemendikdasmen, Kota Depok, Jawa Barat.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menyampaikan simulasi kebijakan tersebut tidak hanya bertujuan menampilkan capaian pemerintah, tetapi menjadi ruang pembelajaran kebijakan yang konkret dan partisipatif.
“Sudah banyak hal yang dicapai pemerintah dalam satu tahun terakhir. Yang baik perlu ditunjukkan, tetapi yang lebih penting adalah dapat dicoba langsung oleh para pemangku kepentingan pendidikan,” kata Fajar, ungkapnya.
Perwakilan Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen Fajri Ansari Kistiawan menjelaskan simulasi tes kemampuan akademik bertujuan membangun pemahaman yang utuh terhadap konsep dan pelaksanaan asesmen.
Simulasi tersebut menampilkan berbagai tipe soal, mulai dari pilihan ganda hingga pilihan ganda kompleks.
Peserta juga memperoleh gambaran teknis pelaksanaan asesmen melalui pemaparan mekanisme dan alur tes kemampuan akademik.
Dalam simulasi digitalisasi pembelajaran, Direktorat SMP Kemendikdasmen menghadirkan rekonstruksi ruang kelas yang dilengkapi papan interaktif digital atau interactive flat panel.
Selama 45 menit, pengunjung dapat menyaksikan praktik pembelajaran yang memanfaatkan platform Rumah Belajar, laboratorium maya, serta evaluasi berbasis gim interaktif.
Simulasi tersebut juga memperkenalkan pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial melalui Blockly Games untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah peserta didik.
Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 diikuti pimpinan Komisi X DPR RI, Komite III DPD RI, enam menteri, kepala lembaga, serta 76 kepala dinas pendidikan provinsi dan 514 kepala dinas pendidikan kabupaten dan kota.
Kegiatan tersebut juga melibatkan organisasi profesi, mitra pembangunan, atase pendidikan, serta pusat-pusat The Southeast Asian Ministers of Education Organization.
Selama kegiatan, peserta mengikuti sidang sembilan komisi yang membahas isu strategis seperti wajib belajar 13 tahun, digitalisasi pembelajaran, evaluasi tes kemampuan akademik, pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial.
Melalui konsolidasi nasional 2026, Kemendikdasmen menegaskan komitmen menyelaraskan kebijakan pendidikan nasional dengan kebutuhan daerah serta memperkuat kolaborasi untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







