
Pantau - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Reza Maullana Maghribi, pejabat pembuat komitmen pada Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Timur periode 2021–2022, dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Reza Maullana Maghribi merupakan salah satu dari 21 tersangka dalam kasus ini.
Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami keterlibatan Reza terkait proyek-proyek DJKA yang berkaitan dengan anggota Komisi V DPR RI periode 2019–2024, Sudewo.
Ia sebelumnya telah diperiksa sebagai saksi oleh KPK pada 9 Februari 2026.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan, "Saksi didalami berkaitan dengan plotting proyek-proyek yang berkaitan dengan saudara SDW, khususnya untuk proyek-proyek di DJKA wilayah Jawa Timur," ungkapnya.
Penyidik KPK juga mendalami dugaan adanya aliran imbalan dari proyek-proyek DJKA kepada Sudewo.
Kasus Bermula dari OTT Tahun 2023
Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 11 April 2023 di Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah DJKA Kemenhub.
Balai tersebut kini berganti nama menjadi Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Semarang.
Setelah OTT, KPK menetapkan 10 orang sebagai tersangka yang langsung ditahan.
Hingga 20 Januari 2026, jumlah tersangka dalam kasus ini bertambah menjadi 21 orang, termasuk dua korporasi.
Dugaan tindak pidana korupsi ini berkaitan dengan sejumlah proyek besar, antara lain pembangunan jalur kereta api ganda Solo Balapan–Kadipiro–Kalioso, pembangunan jalur kereta api di Makassar, empat proyek konstruksi dan dua proyek supervisi di Lampegan, Cianjur, serta proyek perbaikan perlintasan sebidang di wilayah Jawa dan Sumatera.
Dugaan Rekayasa Tender dan Pengaturan Pemenang
KPK menduga telah terjadi rekayasa dalam pelaksanaan proyek-proyek tersebut, mulai dari proses administrasi hingga penentuan pemenang tender.
Pengaturan ini diduga melibatkan pihak-pihak tertentu demi memenangkan pihak tertentu dalam proyek DJKA.
KPK terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap aliran dana dan peran masing-masing tersangka, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak legislatif.
- Penulis :
- Shila Glorya







