Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Mendiktisaintek Brian Yuliarto Janji Periksa Ancaman Kebocoran Data PDDikti yang Disebut Dijual di Dark Web

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Mendiktisaintek Brian Yuliarto Janji Periksa Ancaman Kebocoran Data PDDikti yang Disebut Dijual di Dark Web
Foto: (Sumber: Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (kedua kanan) usai menghadiri seminar di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (12/2/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad.)

Pantau - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan akan memeriksa langsung adanya ancaman kebocoran data di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

"Nanti saya cek dulu," kata Brian Yuliarto saat ditemui usai menghadiri seminar di Kementerian Kesehatan, Jakarta.

Pernyataan itu muncul di tengah dugaan kebocoran data pribadi yang kembali mencuat setelah beredar unggahan di media sosial yang menampilkan data sensitif milik mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi.

Unggahan tersebut juga mengklaim data itu diperjualbelikan di ruang dark web.

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mengingatkan pemerintah agar bergerak cepat menindaklanjuti indikasi kebocoran data yang disebut-sebut berkaitan dengan PDDikti.

"Konon katanya dijualbelikan di forum dark web. Ada sudah 58 juta data diperjualbelikan. Nah ini kalau PDDikti juga seperti itu, ini berbahaya," ujar Fikri.

Fikri menyampaikan hal itu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (10/2).

Ia mempertanyakan kebenaran kabar tersebut dan menekankan risiko besar apabila dugaan itu benar terjadi, terutama karena menyangkut pendidikan tinggi.

"Mudah-mudahan sih ini hoaks ya, mudah-mudahan tidak nyata. Tetapi kalau nyata betul dan ini apalagi di pendidikan tinggi, ini berbahaya ini," kata Fikri.

Respons dari Kemdiktisaintek juga disampaikan Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Togar M. Simatupang yang berjanji meningkatkan kinerja kementerian, termasuk pada urusan keamanan siber.

"Nah ini sangat berbahaya sekali kalau memang data-data di dalam PDDikti mengalami kebocoran. Terima kasih, Pak. Ini akan kami formulasikan," ungkap Togar.

Penulis :
Ahmad Yusuf