Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Presiden Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Skala Mikro di Istana

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Presiden Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Skala Mikro di Istana
Foto: Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 12/2/2026 (sumber: ANTARA/Fathur Rochman)

Pantau - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis siang untuk mengikuti rapat terbatas membahas percepatan pemanfaatan teknologi pengolahan sampah skala mikro.

Menteri yang dipanggil antara lain Brian Yuliarto dan Sakti Wahyu Trenggono, serta Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria.

Menteri Brian tiba di Istana sekitar pukul 14.05 WIB, disusul Menteri Trenggono dan Dony Oskaria untuk menghadiri rapat tersebut.

Brian mengaku belum mengetahui secara pasti agenda pembahasan dalam rapat terbatas tersebut.

"Saya belum tahu, nanti mungkin habis itu, mungkin melanjutkan yang sampah mikro kemarin," ungkapnya.

Ia menyebut terdapat tujuh pejabat yang dipanggil Presiden untuk mengikuti rapat terbatas itu.

Percepatan Teknologi Sampah Skala Mikro

Sebelumnya, Presiden Prabowo memerintahkan Menteri Brian untuk mempercepat pemanfaatan teknologi pengolahan sampah skala mikro yang telah dikembangkan beberapa kampus.

Dalam rapat terbatas sebelumnya di Istana, Brian memaparkan sejumlah teknologi pengolahan sampah skala mikro kepada Presiden, termasuk program pengolahan sampah menjadi energi atau waste-to-energy.

"Bapak Presiden memberikan arahan, selain tentu waste-to-energy yang tetap terus berjalan, beberapa teknologi pengolahan sampah skala mikro yang memang sudah dikembangkan di beberapa kampus, tadi diminta oleh Bapak Presiden untuk dilakukan percepatan," kata Brian Yuliarto menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Istana, Jakarta, selepas rapat.

Kementerian akan mempercepat tahapan pengembangan, termasuk uji coba teknologi yang dikembangkan kampus di sejumlah daerah.

Uji coba ditargetkan dapat dilakukan di beberapa kelurahan dan desa pada tahun ini dengan kapasitas pengolahan hingga 10 ton per hari.

Teknologi yang dibahas antara lain metode gasifikasi, plasma-assistend, dan reaktor plasma dingin yang dirancang untuk mengolah sampah sesuai rata-rata produksi sampah di tingkat kelurahan sekitar 10 ton per hari.

Jika teknologi skala mikro dapat dimanfaatkan secara luas, mobilisasi sampah ke tempat pembuangan akhir diharapkan dapat berkurang karena sampah rumah tangga ditargetkan dapat diolah habis di tingkat desa atau kelurahan.

Libatkan Perguruan Tinggi dan Uji Coba di Daerah

Terkait keterlibatan perguruan tinggi, Brian menyebut belum ada perwakilan kampus yang diundang dalam rapat tersebut meski penerapan teknologi sudah berjalan di sejumlah kampus.

Beberapa kampus yang telah menerapkan teknologi tersebut antara lain Universitas Gadjah Mada dan Universitas Diponegoro, sementara Institut Teknologi Bandung baru akan menerapkannya.

"Ada mungkin ditemukan ada 20 kampus diterapkan. Tahun ini kita dorong untuk membuat sampah di kampus selesai di kampus. Jadi mungkin kita harapkan 100 kampus tahun ini buat program sampah di kampus selesai di kampus," ucapnya.

Brian menambahkan kementeriannya akan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memastikan teknologi yang digunakan tidak berdampak buruk terhadap lingkungan.

Penulis :
Leon Weldrick