Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BPJS PBI Jadi Penopang Pengobatan Remaja Gagal Ginjal di RSCM, Ibu Berharap Anak Bisa Kembali Sekolah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BPJS PBI Jadi Penopang Pengobatan Remaja Gagal Ginjal di RSCM, Ibu Berharap Anak Bisa Kembali Sekolah
Foto: (Sumber: Remaja asal Bekasi Lucky Yudistira Pradita yang mendapat program BPJS PBI. ANTARA/HO-Tim Media Presiden.)

Pantau - Program Jaminan Kesehatan Nasional melalui skema BPJS Penerima Bantuan Iuran menjadi penopang utama pengobatan Lucky Yudistira Pradita, remaja asal Bekasi yang telah tiga tahun menjalani cuci darah akibat gagal ginjal di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Lucky menjalani hemodialisis rutin sejak 2023 dan termasuk peserta BPJS PBI dengan penyakit kronis.

Ibunya, Marsi (41), setia mendampingi Lucky sejak pertama kali didiagnosis gagal ginjal saat masih duduk di kelas 5 SD.

"Anak saya sakit gagal ginjal sejak kelas 5 SD. Saat ini kalau dia lagi sekolah, kelas 2 SMP. Sejak SMP tidak lagi sekolah, karena pengobatan," ungkap Marsi.

Lucky merupakan bagian dari sekitar 120 ribu peserta BPJS PBI dengan penyakit kronis yang status kepesertaannya kembali aktif setelah sempat nonaktif akibat pemutakhiran data pemerintah.

Marsi mengaku tidak merasakan dampak penonaktifan karena proses reaktivasi berlangsung cepat dan tidak mengganggu pengobatan anaknya.

Ia bersyukur BPJS PBI membantu menopang biaya pengobatan yang sangat besar jika harus ditanggung sendiri.

"Tidak ada, alhamdulillah lancar-lancar aja," ujarnya terkait proses administrasi selama tiga tahun menjalani pengobatan.

Proses perpanjangan rujukan dilakukan setiap tiga bulan dan disebut berjalan tanpa hambatan.

"Tidak ada hambatan, aku setiap kalau perpanjang rujukan selalu mudah, dipermudah tidak ada kesulitan. Diperpanjang itu tiga bulan sekali," kata Marsi.

Selain kemudahan administrasi, Marsi juga mengapresiasi pelayanan tenaga kesehatan di RSCM.

"Alhamdulillah, selama menjalani cuci darah di sini, semua prosesnya dimudahkan, bagus, tidak ada kendala, masalah apa-apa. Dokter-dokter di sini ya baik, ramah, care gitu sama pasien," ujarnya.

Meski mendapatkan jaminan kesehatan, Marsi berharap putranya bisa lepas dari ketergantungan cuci darah dan kembali menjalani kehidupan normal.

"Harapan aku selama ini pengennya kalau bisa gitu ya. Bisa lepas hari cuci darah. Biar bisa jadi sehat lagi. Biar bisa sekolah, seperti anak-anak yang lain pengennya kayak gitu. Dia bisa mengejar cita-citanya," tuturnya.

Marsi juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah atas bantuan jaminan kesehatan yang diterimanya.

"Mudah-mudahan, pemerintah bisa lebih memperhatikan rakyat seperti kita. Terima kasih banget buat Bapak Presiden. Terima kasih atas bantuannya selama ini. Semoga makin jaya selalu," katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf