
Pantau - Universitas Pertamina dan Persatuan Insinyur Indonesia menjalin kerja sama setelah menandatangani nota kesepahaman atau MoU untuk mewujudkan reindustrialisasi Indonesia pada Jumat, 13 Februari 2026 pukul 09.37 WIB dengan waktu baca 2 menit.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Alyosius Mantiri menghadiri kerja sama tersebut dan mengingatkan masa depan ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia.
Simon menyampaikan “Indonesia memiliki sumber daya alam, namun kunci utama keberlanjutan ada pada kualitas manusianya. Dalam hal ini, Universitas Pertamina memegang kunci keberlanjutan,” ujar Simon dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Ia menyebut Universitas Pertamina memiliki poin pembeda dengan kampus lain yaitu kedekatan dengan ekosistem industri hingga program magang.
Dengan kedekatan tersebut mahasiswa dinilai dapat memahami realitas dunia kerja industri dengan lebih baik.
Strategi Perbanyak Insinyur Profesional
Ketua Umum PII Ilham Akbar Habibie mengatakan MoU tersebut merupakan awal kerja sama PII dengan universitas di bawah naungan Pertamina.
Menurut Ilham, kerja sama itu menjadi upaya strategis dalam rangka reindustrialisasi Indonesia.
Ilham mengatakan “Kami, PII, punya program utama reindustrialisasi. Jadi, ini upaya strategis dalam rangka reindustrialisasi Indonesia,” ujar Ilham.
Ia menyebut upaya reindustrialisasi bersama Universitas Pertamina dapat berupa program studi profesi insinyur untuk memperbanyak insinyur profesional yang aktif mengisi di berbagai industri.
Ilham juga menyebut kerja sama dapat berupa penerbitan jurnal ilmiah.
Berita terkait sebelumnya berjudul BPH Migas ajak generasi muda pahami tata kelola energi nasional, PHE bangun inovasi mahasiswa berkontribusi dalam energi berkelanjutan, serta Pemkab Natuna gelar seleksi untuk beasiswa S1 di Universitas Pertamina.
- Penulis :
- Aditya Yohan







