
Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyatakan kehadiran Program Studi Dokter Spesialis dan Subspesialis di Universitas Nusa Cendana Kupang diharapkan mampu mengatasi ketimpangan distribusi dokter spesialis di Nusa Tenggara Timur.
Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek Togar Mangihut Simatupang di Kupang.
Peluncuran program studi tersebut dilakukan dalam program akselerasi untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Langkah ini menjadi bagian dari kebijakan nasional dalam pemerataan tenaga medis khususnya di wilayah NTT.
Presiden RI dalam pidato Sidang Umum MPR RI pada 15 Agustus 2025 sebelumnya menyampaikan keprihatinan atas belum meratanya distribusi dokter spesialis dan subspesialis di Indonesia.
Pemerintah menargetkan pembukaan 148 program studi spesialis dan subspesialis secara nasional.
Kemendiktisaintek kemudian meluncurkan 160 program pendidikan dokter spesialis dan subspesialis secara serentak termasuk di Undana yang menjadi yang pertama di wilayah timur Indonesia.
Tiga Alasan Penunjukan NTT
Kehadiran program studi tersebut diharapkan menghadirkan harapan baru bagi masyarakat daerah terpencil dan kepulauan yang selama ini kekurangan dokter spesialis.
Secara filosofis NTT dinilai memiliki sumber daya manusia unggul yang melahirkan tokoh nasional seperti Ben Mboi, Frans Seda, dan Goris Keraf.
Hasil asesmen juga menunjukkan Fakultas Kedokteran Undana dinilai siap menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis.
Selain itu terdapat komitmen kolaborasi antara Undana, pemerintah daerah, serta perguruan tinggi mitra seperti Universitas Mataram dan Universitas Udayana.
Kolaborasi tersebut diharapkan membantu mengatasi persoalan kesehatan seperti tingginya angka kematian ibu dan bayi di NTT.
Pemerintah berharap sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dapat mempercepat pemerataan layanan kesehatan serta menekan ketimpangan pembangunan sektor kesehatan di NTT.
- Penulis :
- Aditya Yohan








