
Pantau - Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan kebanggaannya atas capaian standar keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah memproduksi sekitar 4,5 miliar porsi makanan.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri agenda groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Palmerah, Jakarta.
Ia menyebut teknologi food safety test yang digunakan dalam program tersebut memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat global.
"Tadi, saya lihat alat-alat yang digunakan, dirintis oleh Kepolisian. Saya lihat apa, ada filter air, ada ultraviolet untuk membunuh bakteri di tray makanan. Ada food security test, food safety test yang diproduksi di dalam negeri yang tidak kalah dengan kualitas dunia," ujarnya.
Capaian Produksi dan Evaluasi Keamanan
Presiden menegaskan produksi pangan merupakan fondasi peradaban bangsa dan kebutuhan harian yang menentukan kelangsungan hidup masyarakat.
Ia menyoroti penggunaan teknologi pengolahan makanan yang dinilai maju namun tetap terjangkau seperti sistem penyaringan air, sterilisasi ultraviolet untuk peralatan makan, serta perangkat uji keamanan pangan produksi dalam negeri.
Hingga saat ini program MBG telah menghasilkan sekitar 4,5 miliar porsi makanan bagi para penerima manfaat.
Dari jumlah tersebut dilaporkan sekitar 28.000 penerima manfaat mengalami gangguan kesehatan seperti sakit perut yang diduga akibat keracunan.
Secara statistik angka tersebut sekitar 0,0006 persen dengan tingkat keberhasilan mencapai 99,999 persen.
"Berarti apa? 99,999 itu berhasil itu (MBG, red). Iya kan? Di mana ada usaha manusia yang 100 persen? Ada, tapi tidak gampang dicapai," katanya.
Berdasarkan laporan yang diterima dua hari sebelumnya dan masih perlu diverifikasi, capaian statistik keamanan pangan program MBG Indonesia dinilai lebih baik dibandingkan sejumlah negara di Eropa dan Jepang.
Presiden Ingatkan Tidak Berpuas Diri
Presiden mengingatkan jajarannya agar tidak berpuas diri dan tetap mengawal keamanan menu MBG yang didistribusikan kepada penerima manfaat.
"Jangan kita sombong, jangan kita petantang-petenteng ya. Kesombongan adalah awal dari kehancuran. Ingat itu. Ya, semakin berisi semakin menunduk, itu adalah ilmu padi nenek moyang kita," tegasnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








