Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Polda Metro Jaya Amankan Lima Pemuda Diduga Hendak Tawuran Bawa Sajam di Ciracas

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Polda Metro Jaya Amankan Lima Pemuda Diduga Hendak Tawuran Bawa Sajam di Ciracas
Foto: (Sumber: Barang bukti berupa senjata tajam yang diamankan dari lima pemuda yang diduga hendak tawuran di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, Senin (16/2/2026). ANTARA/HO-Humas Polda Metro Jaya.)

Pantau - Satgas Anti Tawuran Brimob Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Timur mengamankan lima pemuda yang diduga hendak tawuran dengan membawa senjata tajam di kawasan Ciracas, Jakarta Timur pada Senin dini hari.

Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto menjelaskan kelima pemuda diamankan saat Tim Satgas Operasi Anti Tawuran 2026 menggelar patroli rutin.

Henik mengatakan bahwa "Saat melakukan pemeriksaan terhadap sekelompok pemuda yang tengah berkumpul, petugas menemukan empat bilah senjata tajam yang diduga akan digunakan untuk aksi kekerasan atau tawuran. Kelimanya kemudian diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Henik di Jakarta, Senin.

Patroli Rutin Program Jaga Jakarta

Patroli tersebut merupakan bagian dari komitmen menjaga stabilitas keamanan wilayah melalui program Kapolda Metro Jaya bertajuk Jaga Jakarta.

Ia menyampaikan bahwa "Patroli kami laksanakan secara rutin dan terukur sebagai langkah pencegahan agar potensi gangguan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) bisa dicegah sejak dini," ujar Henik.

Masyarakat diimbau berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dan memanfaatkan layanan Call Center 110 yang siaga 24 jam untuk melaporkan potensi gangguan kamtibmas.

Satgas Anti Tawuran Terus Bekerja

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan meskipun Operasi Pekat Jaya 2026 telah selesai, upaya preemtif, preventif, dan represif tetap dilakukan.

Salah satu langkahnya adalah pembentukan Satuan Tugas Anti Tawuran oleh Kapolda Metro Jaya yang dipastikan terus bekerja tanpa batas waktu.

Polda Metro Jaya berkomitmen menjadikan wilayah DKI Jakarta aman dan zero tawuran melalui penegakan hukum serta upaya preventif dan represif yang tegas dan terukur dengan pendekatan humanis.

Budi mengatakan bahwa "Kami memberikan perhatian khusus terkait fenomena tawuran dan kekerasan jalanan ini, memberikan 'impact' yang tidak baik dalam kondisi keselamatan, kondisi masa depan anak-anak dan remaja," ungkap Budi.

Penulis :
Ahmad Yusuf