
Pantau - Pembangunan Hunian Sementara atau huntara di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dipercepat oleh Kementerian Pekerjaan Umum menjelang Ramadhan untuk menampung penyintas bencana hidrometeorologi, Senin, 16 Februari 2026.
Percepatan tersebut dilakukan melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatra Utara guna memastikan para penyintas segera mendapatkan tempat tinggal sementara yang layak.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatra Utara Kementerian PU, Kurniawan, menyampaikan, "Kami upayakan agar minggu pertama Ramadhan ini sudah bisa ditempati," ungkapnya di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Senin.
Ia menjelaskan pembangunan mengalami kendala cuaca akibat hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir sehingga progres pekerjaan meleset dari target awal.
"Memang ditargetkan sebelum Ramadhan, selesai. Tapi kami terkendala cuaca, karena tiga hari ini hujan terus turun," ujarnya.
Untuk menyiasati keterlambatan tersebut, petugas di lapangan bekerja hingga larut malam saat hujan tidak turun dan tetap melanjutkan pekerjaan di dalam ruangan meski hujan mengguyur.
Dari total 21 blok yang direncanakan, sebanyak delapan blok telah rampung dan memasuki tahap akhir seperti pemasangan tempat tidur, kipas angin, instalasi listrik, serta perlengkapan lainnya.
"Ada delapan blok sebenarnya sudah jadi. Sudah bisa ditempati pada awal Ramadhan. Kalau keseluruhan kami usahakan pada minggu pertama Ramadhan ini," katanya.
Total huntara yang akan dibangun di Batang Toru mencapai 252 unit yang terbagi dalam 21 blok dengan masing-masing blok terdiri atas 12 unit hunian sementara.
Peresmian Huntara di Sejumlah Wilayah Sumatera
Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, meresmikan 200 unit huntara di Simarpinggan, Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara pada Kamis, 5 Februari.
Huntara di Simarpinggan tersebut dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana bersama Danantara untuk mempercepat pemulihan pascabencana.
Selain di Simarpinggan, Tito juga meresmikan secara virtual 50 unit huntara di Tapanuli Selatan serta secara serempak di tujuh kabupaten terdampak bencana di Sumatera.
Rinciannya meliputi 112 unit di Tapanuli Tengah, 40 unit di Tapanuli Utara, 58 unit di Aceh Tamiang, 308 unit di Aceh Timur, 84 unit di Aceh Utara, 410 unit di Pidie Jaya, dan 38 unit di Tanah Datar.
Dengan demikian, total huntara yang diresmikan secara serempak mencapai 1.300 unit di berbagai wilayah terdampak bencana di Sumatera.
- Penulis :
- Shila Glorya








