
Pantau - Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan pemerintah tidak berencana menyetop ekspansi jaringan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret, melainkan hanya akan mengatur keberadaannya terutama di wilayah pedesaan.
Pernyataan itu disampaikan Ferry pada Sabtu, 21 Februari 2026 pukul 15.40 WIB dalam laporan berdurasi baca dua menit untuk merespons kabar yang menyebutkan pemerintah akan menghentikan ekspansi ritel modern seiring beroperasinya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Ia sebelumnya juga menyampaikan sikap serupa dalam Rapat Anggota Tahunan ke-52 Kospin Jasa di Yogyakarta pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Ferry menilai desa sebaiknya tidak didominasi ritel modern karena telah memiliki Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai penggerak ekonomi lokal.
"Iya sebaiknya desa jangan Alfamart dan Indomaret karena sudah ada Kopdes, karena biar uang itu berputar di desa tidak ke pemilik saham yang di Jakarta," ungkapnya saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Sabtu.
Evaluasi dan Pengaturan Perizinan
Ferry menegaskan kabar penghentian ekspansi ritel modern tidak tepat karena langkah yang diambil pemerintah adalah evaluasi dan pengaturan.
"Perlu dievaluasi keberadaan ritel modern yang ada dengan perizinannya. Saya banyak mendengar dari kepala daerah bahwa mereka akan moratorium peraturan tentang keberadaan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart dan harus diatur kembali," ujarnya.
Ia menjelaskan evaluasi tersebut mencakup aspek perizinan ritel modern yang sudah beroperasi serta wacana moratorium peraturan dari sejumlah kepala daerah.
Penguatan Kopdes Merah Putih
Ferry memastikan pemerintah telah menyiapkan strategi penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih meskipun tanpa kehadiran ritel modern.
Koperasi tersebut ditargetkan tumbuh hingga puluhan ribu unit di berbagai daerah guna membuka lapangan kerja bagi generasi milenial dan Gen Z.
Selain itu, Kopdes Merah Putih diharapkan menjadi wadah pemasaran produk lokal dan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Ferry memastikan Kopdes Merah Putih akan tetap menjalin kerja sama dengan warung tradisional, termasuk warung Madura serta ritel digital.
"Pilihan saya sebagai Menteri Koperasi yang menjalankan fungsi sebagai aparatur ideologis Presiden adalah masyarakat harus menjadi pelaku ekonomi dengan koperasi sebagai badan usahanya. Ada tantangannya pasti, tapi kami optimistis," tegasnya.
- Penulis :
- Arian Mesa








