
Pantau - Ketua Umum Relawan Kesehatan Indonesia Agung Nugroho menilai wacana penyesuaian iuran BPJS Kesehatan berpotensi meningkatkan jumlah peserta nonaktif, khususnya dari kelompok berpendapatan menengah dan pekerja sektor informal.
Agung mengatakan, “Jika iuran naik, banyak keluarga akan melakukan penyesuaian pengeluaran. Risiko yang muncul adalah meningkatnya tunggakan dan kepesertaan nonaktif. Pada akhirnya, mereka bisa kehilangan jaminan kesehatan saat justru paling dibutuhkan,”.
Menurutnya, rencana tersebut perlu dikaji secara komprehensif karena berpotensi memperlemah daya jangkau sistem jaminan kesehatan nasional.
Ia menambahkan, “Ketika biaya meningkat, partisipasi bisa menurun, terutama pada kelompok dengan pendapatan terbatas. Peserta mandiri sangat sensitif terhadap kenaikan iuran rutin,”.
Agung menjelaskan kelompok miskin relatif terlindungi melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI), sementara kelompok berpenghasilan tinggi dinilai masih mampu menyerap kenaikan biaya.
Namun, kelompok kelas menengah, terutama pekerja sektor informal dan keluarga dengan pengeluaran tetap yang ketat, disebut berada dalam posisi paling rentan.
Ia menuturkan jika peserta sehat memilih keluar akibat kenaikan iuran, sementara peserta berisiko tinggi tetap bertahan, maka keseimbangan pembiayaan dapat terganggu.
“Komposisi risiko menjadi tidak seimbang. Beban klaim meningkat, tekanan fiskal bertambah. Ini bisa menjadi siklus yang berulang,” ujarnya.
Relawan Kesehatan Indonesia mendorong pemerintah menempuh alternatif lain, seperti peningkatan efisiensi tata kelola, penguatan basis data penerima subsidi, serta skema pembiayaan yang lebih progresif sesuai kemampuan bayar.
Agung menegaskan, “Kebijakan jaminan kesehatan seharusnya memperluas perlindungan sosial. Kenaikan iuran tanpa pembenahan menyeluruh berpotensi justru mempersempit cakupan,”.
Rencana penyesuaian iuran BPJS Kesehatan saat ini masih dalam tahap pembahasan pemerintah dan menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan akses layanan kesehatan jutaan peserta.
- Penulis :
- Aditya Yohan








