
Pantau - Aparat Kepolisian Resor Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, mengejar empat warga negara Indonesia yang diduga menjadi penyelundup tujuh warga negara asing asal China dan Uzbekistan yang hendak menyeberang ke Australia setelah kapal yang mereka tumpangi terdampar di pesisir Pantai Masidae, Desa Inaoe, Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao.
Kepala Polres Rote Ndao Ajun Komisaris Besar Polisi Mardiono saat dihubungi dari Kupang, Rabu siang, mengatakan empat WNI tersebut melarikan diri ketika aparat tiba di lokasi.
"Ada empat WNI yang melarikan diri dan saat ini tim lagi melakukan pencarian," katanya.
Empat WNI yang belum diketahui identitasnya itu kabur ke dalam hutan saat melihat aparat kepolisian tiba di pesisir Pantai Masidae.
Tim Polres Rote Ndao sejak Selasa, 24 Februari 2026, telah melakukan penyisiran di sekitar lokasi pelarian untuk memburu keempat terduga pelaku.
"Kami berharap peran serta masyarakat jika menemukan atau melihat keempat orang yang mencurigakan tersebut agar segera lapor ke kami," tambahnya.
Kronologi Terdamparnya Speed Boat
Sebelumnya, tujuh WNA ditemukan terdampar menggunakan speed boat di pesisir Pantai Masidae pada Selasa, 24 Februari 2026.
Tujuh WNA tersebut terdiri atas empat warga negara China bernama Hui Jie, Jiang Bo, Chen Yong, dan Dia Guozhong serta tiga warga negara Uzbekistan bernama Kasimov, Sultanmoradov, dan Shodiev.
"Saat ini mereka sudah berada di Mapolres Rote Ndao untuk menjalani pemeriksaan lanjutan," ujar Kapolres.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, empat WNA China itu masuk ke Indonesia melalui Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Kendari, Sulawesi Tenggara.
Mereka diberangkatkan pada 11 Februari 2026 menggunakan kapal melalui perantara yang diduga WNI.
"Mereka mengaku melakukan perjalanan laut selama sekitar delapan hari menuju perbatasan Australia," ujarnya.
Setibanya di wilayah perbatasan, mereka ditangkap otoritas Australia dan diminta kembali ke wilayah Indonesia menggunakan speed boat dengan bahan bakar secukupnya hingga akhirnya terdampar di perairan selatan Rote Ndao.
Pengakuan dan Dugaan Penyelundupan
Para WNA tersebut mengaku berkomunikasi dengan pengurus melalui media sosial dan berniat menuju Australia untuk bekerja.
Tiga WNA asal Uzbekistan mengaku membayar 400 dolar Amerika Serikat per orang kepada pengurus agar diberangkatkan menuju Australia.
Polres Rote Ndao masih mendalami peran keempat WNI yang melarikan diri serta kemungkinan adanya jaringan penyelundupan manusia dalam kasus tersebut.
- Penulis :
- Shila Glorya







