Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Hardiyanto Minta Evaluasi Total Usai Kecelakaan Transjakarta Koridor 13, Soroti Rekrutmen dan Pelatihan Pramudi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Hardiyanto Minta Evaluasi Total Usai Kecelakaan Transjakarta Koridor 13, Soroti Rekrutmen dan Pelatihan Pramudi
Foto: (Sumber : Sejumlah petugas berada di dekat bus TransJakarta yang mengalami kecelakaan tabrakan antar sesama bus TransJakarta di jalur layang atau jalur langit Koridor 13, Cipulir, Jakarta, Senin (23/2/2026). Tabrakan tersebut diduga karena kedua sopir mengantuk dan sebanyak 18 penumpang mengalami luka ringan dalam peristiwa itu. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/YU..)

Pantau - Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth menyatakan kecelakaan bus Transjakarta Koridor 13 menjadi alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan transportasi publik di Ibu Kota.

“Ke­jadian ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh. Transportasi publik adalah tulang punggung mobilitas masyarakat Jakarta, sehingga aspek keselamatan tidak boleh ditawar,” ujar Kenneth yang akrab disapa Bang Kent.

Ia menegaskan kepercayaan masyarakat terhadap angkutan massal sangat bergantung pada konsistensi pengelola dalam menjaga standar keamanan dan profesionalisme pramudi.

Sebagai Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, ia menyoroti proses perekrutan pengemudi yang selama ini banyak melibatkan pihak ketiga atau swasta.

Menurutnya skema tersebut sah secara manajerial, namun pengawasan terhadap kualitas seleksi dan standarisasi kompetensi harus diperketat.

“Jangan sampai rekrutmen hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan armada. Kompetensi, kesiapan mental, serta ketahanan fisik calon pengemudi harus menjadi prioritas utama,” katanya.

Bang Kent mendorong manajemen Transjakarta melakukan pembenahan komprehensif termasuk penyegaran sistem pelatihan melalui koordinasi lebih intensif dengan penyedia tenaga kerja.

Ia menilai Akademi Pelatihan Transjakarta harus dimaksimalkan peran dan fungsinya agar pelatihan tidak sekadar formalitas administratif.

“Saran saya bahwa Transjakarta harus bisa menjadi leading sektor untuk menggelar pelatihan khusus yang bersifat wajib bagi seluruh pramudi, baik yang baru direkrut maupun yang sudah lama bertugas, bentuk skema pelatihannya seperti apa saya serahkan kembali kepada pihak manajemen PT Transjakarta,” ujarnya.

Ia berharap program tersebut menjadi refreshment training untuk memperbarui standar keselamatan sesuai dinamika di lapangan.

Untuk memperkuat materi, ia menyarankan pelibatan Komite Nasional Keselamatan Transportasi dalam memberikan pembekalan analisis kecelakaan serta Korps Lalu Lintas Polri untuk materi kedisiplinan dan larangan berkendara saat lelah.

Bang Kent juga menekankan pentingnya pelibatan tenaga medis, psikolog, dan tokoh agama dalam pembinaan pramudi.

“Dalam banyak kasus, faktor manusia atau human error menjadi penyebab utama kecelakaan. Karena itu, aspek kesehatan fisik, mental dan psikologis pramudi harus menjadi bagian integral dalam sistem pembinaan,” katanya.

Ia mengingatkan armada Transjakarta setiap hari mengangkut ratusan hingga ribuan penumpang sehingga standar keselamatan harus dijaga ketat.

“Evaluasi menyeluruh dan terobosan konkret bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan mendesak demi mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan,” ujarnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf