
Pantau - Kementerian Perindustrian menegaskan tidak ada pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja tetap di pabrik Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur, menyusul isu yang viral di media sosial terkait kabar ratusan karyawan dirumahkan menjelang Ramadhan.
Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif, mengatakan pihaknya telah meminta penjelasan langsung kepada industri yang bersangkutan dan memastikan bahwa pengurangan tenaga kerja yang terjadi merupakan tenaga kerja outsourcing.
Ia menjelaskan bahwa pengurangan tersebut dilakukan seiring normalisasi produksi setelah lonjakan permintaan musiman menjelang hari besar keagamaan.
“Mereka meningkatkan produksinya menjelang hari besar keagamaan dan untuk peningkatan produksi itu mereka merekrut sejumlah tenaga kerja outsourcing, bukan tenaga kerja permanen, dan produksi itu sebagaimana dengan produksi industri makanan minuman yang menghadapi demand seasonal.”, ungkapnya.
Febri menyebutkan pola serupa juga terjadi di sejumlah industri padat karya lainnya seperti industri makanan dan minuman serta industri tembakau.
Dalam industri tembakau, penyerapan tenaga kerja meningkat saat musim panen dan ketika produksi sedang tinggi, kemudian tenaga kerja tambahan yang bersifat sementara dihentikan sesuai kontrak setelah masa produksi selesai.
Ia menambahkan bahwa industri umumnya telah meningkatkan produksi sekitar dua bulan sebelum hari raya untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pasar, dengan puncak produksi terjadi sekitar satu bulan sebelum perayaan dan kembali normal setelah periode tersebut berakhir.
Klarifikasi PT Karunia Alam Segar
Sebelumnya, beredar informasi di media sosial yang menyebut sekitar 400 pekerja di perusahaan produsen Mie Sedaap dirumahkan beberapa hari sebelum memasuki bulan Ramadhan dan menerima informasi PHK melalui pesan WhatsApp meski kontrak kerja disebut masih berjalan.
Karunia Alam Segar atau PT KAS selaku produsen Mie Sedaap memastikan operasional pabrik tetap berjalan normal dan tidak melakukan PHK terhadap karyawan di pabrik Mie Sedaap Gresik, Jawa Timur.
Human Resources & General Affairs PT Karunia Alam Segar, Peter Sindaru, dalam pernyataan yang diterima di Jakarta pada Rabu 25 Februari, menyampaikan bahwa kegiatan produksi berlangsung sesuai perencanaan dan menyesuaikan dinamika permintaan pasar sebagai bagian dari industri manufaktur padat karya.
“PT KAS tetap berjalan normal secara operasional dan ketenagakerjaan, tidak ada PHK maupun karyawan yang dirumahkan.”, ujar dia.
Perusahaan menegaskan bahwa sumber daya manusia merupakan salah satu aset terpenting dan berkomitmen menjalankan praktik ketenagakerjaan sesuai regulasi yang berlaku.
Kemenperin menilai dinamika penambahan dan pengurangan tenaga kerja outsourcing merupakan bagian dari siklus produksi musiman yang lazim terjadi di sektor industri makanan dan minuman serta sektor padat karya lainnya.
- Penulis :
- Leon Weldrick







