Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemkot Jakarta Timur Gandeng TNI-Polri dan Tokoh Masyarakat Cegah Tawuran Remaja Saat Ramadhan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemkot Jakarta Timur Gandeng TNI-Polri dan Tokoh Masyarakat Cegah Tawuran Remaja Saat Ramadhan
Foto: (Sumber : Posko terpadu untuk mencegah tawuran di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Rabu (18/2/2026). (ANTARA/HO-Pemerintah Kota Jakarta Timur)..)

Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Timur menggandeng unsur kepolisian, TNI, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mencegah tawuran remaja selama bulan suci Ramadhan.

Wakil Wali Kota Jakarta Timur Kusmanto menyatakan, "Peran tokoh masyarakat dan tokoh agama sangat penting dalam membantu aparat berwenang menjaga ketertiban wilayah, khususnya selama bulan suci Ramadhan,".

Sinergi lintas sektor dilakukan untuk memastikan situasi wilayah tetap aman dan kondusif terutama pada jam rawan menjelang sahur dan selepas tarawih.

Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat berperan aktif menjaga keamanan lingkungan masing-masing karena pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan aparat.

Ia menyatakan, "Selama bulan puasa ini, mudah-mudahan tidak ada ketegangan di kalangan anak muda yang berujung pada tawuran. Untuk itu, masyarakat harus bersama-sama menjaga lingkungannya,".

Ia menegaskan Ramadhan menjadi momentum memperkuat nilai keagamaan, meningkatkan kegiatan positif, serta mempererat silaturahmi antarwarga.

Ia menyatakan, "Pengawasan harus ditingkatkan. Jika ada gejala atau potensi konflik, segera lakukan langkah pencegahan agar tidak berkembang menjadi tawuran,".

Dirikan 27 Posko Terpadu

Pemkot Jakarta Timur mengoptimalkan Posko Terpadu Jaga Jakarta yang tersebar di 10 kecamatan sebagai pusat koordinasi antara pemerintah kota, TNI, Polri, dan masyarakat.

Ia menyatakan, "Kami berharap Jakarta tetap kondusif selama Ramadhan dan seterusnya. Mari bersama-sama menjaga keharmonisan antarumat beragama,".

Polres Metro Jakarta Timur mendirikan 27 posko terpadu untuk mendukung Operasi Penyakit Masyarakat Pekat Jaya sekaligus mencegah tawuran menjelang Ramadhan 2026.

Operasi Pekat Jaya 2026 merupakan bagian dari instruksi terpusat Polda Metro Jaya yang dilaksanakan serentak di wilayah hukumnya termasuk Jakarta Timur.

Posko melibatkan unsur kepolisian, Pemerintah Kota Jakarta Timur, TNI dan Polri, Kodim 0505 Jakarta Timur, serta elemen masyarakat dengan 20 personel disiagakan di setiap posko yang terdiri dari 10 personel Polri dan 10 personel dari Satpol PP, Kodim 0505 Jakarta Timur, serta unsur masyarakat.

Operasional posko dilakukan berdasarkan analisa tingkat kerawanan dan aktif mulai pukul 16.00 WIB hingga 08.00 WIB keesokan harinya.

Penulis :
Ahmad Yusuf