Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Menteri Sosial Saifullah Yusuf Minta Kepala Daerah Perketat Pengawasan Panti Sosial Usai Dugaan Kekerasan Terungkap

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Menteri Sosial Saifullah Yusuf Minta Kepala Daerah Perketat Pengawasan Panti Sosial Usai Dugaan Kekerasan Terungkap
Foto: Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri pertemuan dengan Perhimpunan Jiwa Sehat di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Jumat 27/2/2026 (sumber: ANTARA/Tri Meilani Ameliya)

Pantau - Menteri Sosial Saifullah Yusuf meminta seluruh pemerintah daerah mengawasi secara ketat semua lembaga kesejahteraan sosial guna mencegah penyimpangan dan pelanggaran terhadap penyandang disabilitas mental.

Ia menegaskan imbauan tersebut ditujukan kepada seluruh kepala daerah agar benar-benar memberikan pengawasan yang baik dan ketat kepada seluruh lembaga kesejahteraan sosial di wilayahnya.

Pernyataan itu disampaikan usai menghadiri pertemuan dengan Perhimpunan Jiwa Sehat di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, pada Jumat 27 Februari 2026.

Pengawasan ketat tersebut bertujuan memastikan setiap lembaga kesejahteraan sosial, termasuk panti sosial, beroperasi sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Langkah ini diambil sebagai respons atas laporan Perhimpunan Jiwa Sehat mengenai dugaan kekerasan terhadap belasan hingga puluhan ribu penyandang disabilitas mental di sejumlah panti sosial.

Laporan Dugaan Perlakuan Tidak Manusiawi

Ketua Perhimpunan Jiwa Sehat Yeni Rosa Damayanti menyampaikan hasil penelitian terhadap puluhan panti sosial yang menemukan dugaan perlakuan tidak manusiawi terhadap penyandang disabilitas mental.

Ia menyatakan, "Sudah sejak lama orang dengan disabilitas mental ini dianggap sebagai bukan manusia."

Dalam pertemuan tersebut, seorang korban bernama Bejo turut hadir dan menyampaikan kesaksiannya saat menghuni salah satu panti sosial di Kebumen, Jawa Tengah.

Bejo mengaku tinggal di panti sosial selama lima bulan dengan kondisi kaki dirantai sepanjang 1,5 meter.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama berada di panti tersebut ia hanya mandi satu kali dalam sebulan dan tidak diperbolehkan menunaikan salat.

Terkait konsumsi makanan, ia mengatakan, "(Makan sebanyak) dua kali. Siang enggak makan, cuma pagi sama malam. Makanannya kalau pagi singkong sama nasi. Kalau malam, kadang kangkung."

Selain Bejo, terdapat pula pengakuan dari Hibat, penyintas penyandang disabilitas mental yang pernah menempati salah satu panti sosial di Serang, Banten.

Hibat mengaku pernah mengonsumsi nasi yang diolah dari beras yang hampir busuk selama berada di panti sosial tersebut.

Sejalan dengan berbagai kesaksian tersebut, Yeni Rosa Damayanti berharap Kementerian Sosial di bawah kepemimpinan Saifullah Yusuf dapat menuntaskan persoalan dugaan kekerasan di panti sosial.

Penulis :
Leon Weldrick