
Pantau - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Amman memastikan puluhan warga negara Indonesia (WNI) yang melakukan wisata rohani di Yordania telah meninggalkan negara tersebut setelah sempat terdampak pembatalan penerbangan akibat dinamika konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyampaikan bahwa KBRI Amman terus memantau kondisi para WNI dan membantu proses kepulangan mereka melalui jalur penerbangan alternatif.
Kemlu RI menyatakan "KBRI Amman terus aktif berkomunikasi dan memantau kondisi rombongan wisatawan tersebut. Sejauh ini sudah ada 27 WNI wisatawan rohani dari rombongan berbeda yang meninggalkan Yordania dengan penerbangan alternatif via Kairo".
Salah satu rombongan wisatawan rohani yang baru menyelesaikan kunjungan ke situs Petra pertama kali menghubungi KBRI Amman pada Senin 2 Maret 2026.
Rombongan tersebut menyampaikan kekhawatiran terkait pembatalan penerbangan pulang ke Indonesia yang sebelumnya dijadwalkan pada Rabu 4 Maret 2026.
KBRI Amman kemudian merespons dengan menawarkan sejumlah opsi penerbangan alternatif yang dapat digunakan oleh rombongan tersebut untuk kembali ke Indonesia.
Kronologi Pembatalan Penerbangan
Pada Selasa 3 Maret 2026, rombongan yang sama kembali melaporkan bahwa penerbangan baru yang telah mereka pesan melalui maskapai berbeda juga mengalami pembatalan.
Setelah itu rombongan wisatawan rohani tersebut meminta informasi kepada KBRI Amman mengenai kemungkinan penggunaan pesawat sewaan yang tersedia di Yordania.
KBRI Amman menindaklanjuti permintaan tersebut dengan membantu mencari informasi terkait pesawat sewaan sesuai permintaan rombongan WNI tersebut.
Namun KBRI Amman juga telah menyampaikan kepada rombongan bahwa hingga saat ini belum terdapat rencana evakuasi WNI dari Yordania setelah mempertimbangkan berbagai faktor situasi.
Selain membantu proses penerbangan, KBRI Amman juga menindaklanjuti permintaan obat-obatan dari rombongan WNI yang membutuhkan selama menunggu kepastian keberangkatan.
KBRI Amman juga mengirimkan konsumsi berupa menu khas Indonesia kepada para WNI yang tergabung dalam rombongan wisata rohani tersebut.
Klarifikasi Video Viral di Media Sosial
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menegaskan bahwa informasi yang beredar dalam video di media sosial yang menyebut KBRI Amman tidak merespons keluhan WNI terkait pembatalan penerbangan adalah tidak benar.
Kemlu RI juga menyampaikan bahwa pihak yang mengunggah video tersebut telah memberikan klarifikasi atas informasi yang sebelumnya beredar.
Kemlu RI menjelaskan "Pihak pengunggah juga menyampaikan permohonan maaf karena hanya mencoba dengan berbagai cara secara bersamaan".
Dalam merespons eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono juga menggelar pertemuan virtual dengan para kepala perwakilan Indonesia di wilayah tersebut.
Pertemuan tersebut dilaksanakan pada Selasa 3 Maret 2026 untuk membahas perkembangan situasi serta langkah tindak lanjut yang perlu dilakukan.
Dalam pertemuan itu Menteri Luar Negeri menegaskan bahwa perlindungan terhadap WNI merupakan prioritas utama pemerintah Indonesia.
Menteri Luar Negeri juga meminta seluruh perwakilan Indonesia di kawasan Timur Tengah untuk tetap bersiaga dan terus memperbarui langkah kontingensi sesuai perkembangan situasi.
- Penulis :
- Shila Glorya







