Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Forum Kebangsaan Pimpinan MPR-DPR 1999–2024 Dibentuk untuk Himpun Gagasan Strategis Hadapi Tantangan Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Forum Kebangsaan Pimpinan MPR-DPR 1999–2024 Dibentuk untuk Himpun Gagasan Strategis Hadapi Tantangan Nasional
Foto: (Sumber : Anggota DPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet (kiri) menyampaikan sambutan saat silaturahmi dan buka puasa bersama para pimpinan MPR dan DPR periode 1999–2024 di Jakarta, Minggu (8/3/2026) malam. ANTARA/HO-DPR RI.)

Pantau - Forum Kebangsaan Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat periode 1999–2024 resmi dibentuk sebagai ruang silaturahmi strategis bagi pimpinan MPR dan DPR lintas generasi.

Forum tersebut dibentuk untuk merespons berbagai tantangan nasional yang semakin kompleks di tengah dinamika geopolitik global dan perubahan lanskap demokrasi.

Anggota DPR RI Bambang Soesatyo menjadi inisiator pembentukan forum tersebut yang dirancang sebagai wadah komunikasi kebangsaan untuk menghimpun pengalaman, perspektif, serta pemikiran para tokoh yang pernah memimpin parlemen.

"Dari forum ini kami ingin menghimpun pandangan strategis untuk memperkuat arah kebijakan nasional sekaligus memberikan kontribusi pemikiran kepada para penyelenggara negara", ungkap Bambang Soesatyo.

Forum Kebangsaan Pimpinan MPR-DPR 1999–2024 menghimpun para tokoh yang pernah memimpin dua lembaga tinggi negara tersebut sejak era reformasi.

Sejak tahun 1999, MPR dan DPR dinilai memiliki peran penting dalam transformasi demokrasi di Indonesia.

Peran tersebut meliputi proses amandemen Undang-Undang Dasar 1945, penguatan sistem presidensial, serta berbagai reformasi kelembagaan negara.

Para mantan pimpinan lembaga negara tersebut dinilai memiliki pengalaman langsung dalam menghadapi berbagai krisis nasional.

Krisis tersebut antara lain krisis ekonomi pascareformasi, konflik politik, serta dinamika konsolidasi demokrasi.

"Pengalaman para mantan pimpinan lembaga negara merupakan modal besar bagi bangsa. Kami ingin menghimpun pandangan strategis tersebut agar dapat memberikan perspektif yang lebih luas dalam merespons berbagai tantangan nasional", ujarnya.

Peran tokoh senior dinilai penting dalam menjaga keseimbangan demokrasi, terutama di tengah cepatnya perubahan sosial dan teknologi.

Perkembangan media sosial telah mengubah pola komunikasi politik secara drastis.

Informasi bergerak sangat cepat, sementara ruang diskusi publik sering dipenuhi narasi emosional dan terpolarisasi.

Dalam situasi tersebut, kehadiran tokoh senior yang memiliki pengalaman mengelola konflik politik dinilai dapat menjadi penyeimbang.

"Silaturahmi kebangsaan ini diharapkan dapat melahirkan kontribusi nyata berupa gagasan strategis yang dapat disampaikan kepada para penyelenggara negara termasuk presiden. Ini merupakan bentuk tanggung jawab moral kami dalam menjaga suhu politik agar tetap kondusif demi masa depan bangsa", kata Bambang Soesatyo.

Bambang Soesatyo juga menyebut praktik forum semacam ini lazim dilakukan di berbagai negara.

Di Amerika Serikat, mantan pejabat tinggi negara sering terlibat dalam policy forum atau lembaga pemikir yang memberikan masukan strategis kepada pemerintah.

Di Jepang dan Korea Selatan, para mantan pemimpin parlemen juga sering dilibatkan dalam forum konsultatif untuk membahas isu strategis seperti keamanan nasional dan kebijakan ekonomi jangka panjang.

"Jika para mantan pimpinan lembaga negara dapat bersatu menyumbangkan pemikiran secara konstruktif, saya yakin kontribusi tersebut akan memperkaya perspektif pemerintah dalam merumuskan kebijakan strategis bagi bangsa dan negara", ujarnya.

Silaturahmi para pimpinan MPR dan DPR periode 1999–2024 tersebut digelar bersamaan dengan kegiatan buka puasa bersama di Jakarta pada Minggu malam 8 Maret 2026.

Tokoh yang hadir antara lain mantan Ketua DPR RI Agung Laksono dan Marzuki Ali.

Hadir pula mantan Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid dan Sidarto Danusubroto.

Selain itu hadir mantan Wakil Ketua DPR dan MPR seperti Mahyudin, Melani Leimena Suharli, Agus Hermanto, Lukman Hakim Saifuddin, Amir Uskara, Ahmad Basarah, Priyo Budi Santoso, Arsul Sani, dan Rachmat Gobel.

Anggota DPR RI Robert Kardinal juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf