Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BMKG Peringatkan Potensi Hujan dan Banjir di Pegunungan Sumatera Utara, Gelombang Tinggi Ancam Perairan hingga 19 Maret

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BMKG Peringatkan Potensi Hujan dan Banjir di Pegunungan Sumatera Utara, Gelombang Tinggi Ancam Perairan hingga 19 Maret
Foto: (Sumber : Prakirawan BMKG Wilayah 1 Christin Mori ketika memaparkan prakiraan cuaca Sumatera Utara untuk Senin ANTARA/Juraidi..)

Pantau - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi hujan di kawasan pegunungan Sumatera Utara yang dapat memicu banjir dan longsor pada Senin 16 Maret 2026.

Peringatan tersebut disampaikan oleh prakirawan BMKG Wilayah 1 Christin Mori di Medan.

"Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang kawasan pegunungan dan lereng barat Sumatera Utara yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor," kata Christin Mori.

Secara umum kondisi cuaca di Sumatera Utara pada Senin diprakirakan berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang di sejumlah wilayah.

Pada pagi hari cuaca diperkirakan berawan dan berpotensi hujan ringan di wilayah Serdang Bedagai, Nias, Nias Utara, Batubara, Deli Serdang, Gunungsitoli, dan Medan.

Prakiraan Cuaca Sejumlah Wilayah

Pada siang hingga sore hari cuaca juga diprakirakan berawan dengan potensi hujan ringan di Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Langkat, Mandailing Natal, Nias, Nias Selatan, Padang Lawas, Labuhanbatu, dan Labuhanbatu Selatan.

Pada malam hari kondisi berawan dan hujan ringan hingga sedang diperkirakan terjadi di wilayah Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Humbang Hasundutan, Toba, dan sekitarnya.

BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pegunungan dan lereng barat Sumatera Utara agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Gelombang Tinggi Berpotensi Terjadi di Perairan Nias

Selain kondisi cuaca daratan, BMKG juga memperingatkan potensi gelombang tinggi di sebagian perairan Sumatera Utara hingga 19 Maret 2026.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan Indah Riandiny Puteri mengatakan beberapa wilayah perairan berpotensi mengalami gelombang tinggi.

Ia menjelaskan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan sekitar 6 hingga 25 knot.

Sementara itu di wilayah Indonesia bagian selatan angin umumnya bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan berkisar 6 hingga 30 knot.

Tinggi gelombang laut antara 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu, perairan Kepulauan Batu, serta Samudra Hindia barat Kepulauan Nias.

BMKG mengimbau nelayan yang menggunakan perahu agar waspada apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

Kapal tongkang juga diminta meningkatkan kewaspadaan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

Penulis :
Ahmad Yusuf