
Pantau - Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono meminta pengelola rest area di Tol Trans Jawa mempercepat perbaikan sistem pengelolaan sampah menjelang arus mudik dan arus balik Idul Fitri.
Permintaan tersebut disampaikan setelah Diaz melakukan peninjauan langsung ke sejumlah rest area untuk memastikan kesiapan menghadapi lonjakan jumlah pemudik yang berpotensi meningkatkan timbulan sampah.
Peninjauan itu juga dilakukan untuk melihat perkembangan penyelesaian sanksi paksaan pemerintah yang sebelumnya diberikan kepada beberapa pengelola rest area terkait kewajiban memperbaiki sistem pengelolaan sampah sesuai standar Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.
Diaz mengatakan, "Kami di sini ingin melihat pengelolaan sampah mengingat sebentar lagi akan masuk musim liburan. Selain itu, kami juga ingin melihat progres surat sanksi administrasi yang disampaikan oleh KLH, karena tenggat waktunya di bulan Mei. Tolong dikerjasamakan dengan pihak ketiga agar sampah bisa dikelola kalau belum ada upaya masyarakat untuk melakukan pengumpulan dan memilah, bisa juga koordinasi dan didampingi oleh Kepala Dinas LH terdekat agar selesai", ungkapnya.
Peninjauan di Sejumlah Rest Area Tol Trans Jawa
Peninjauan tersebut dilakukan pada Minggu 15 Maret 2026 dengan mengunjungi beberapa rest area di sepanjang Tol Trans Jawa.
Lokasi yang dikunjungi meliputi Rest Area KM 487 A di Kabupaten Boyolali.
Selain itu Diaz juga mendatangi Rest Area KM 519 A di Kabupaten Sragen.
Peninjauan juga dilakukan di Rest Area KM 725 A di Kabupaten Gresik.
Lokasi lainnya yang dikunjungi adalah Rest Area KM 754 A di Kabupaten Sidoarjo.
Kementerian Lingkungan Hidup sebelumnya telah memberikan sanksi paksaan pemerintah kepada sejumlah rest area setelah melakukan peninjauan pada masa libur Natal dan Tahun Baru.
Sanksi tersebut diberikan kepada rest area yang belum memiliki sistem pengelolaan sampah sesuai standar pengelolaan lingkungan.
Tekankan Pentingnya Pemilahan Sampah
Dalam kunjungan tersebut Diaz menekankan pentingnya pemilahan sampah sebagai bagian utama dari sistem pengelolaan sampah di rest area.
Ia menilai sampah organik menjadi jenis sampah yang paling banyak dihasilkan di rest area karena banyaknya restoran dan tempat makan.
Oleh karena itu pengelola diminta menyediakan sistem pemilahan agar sampah organik tidak tercampur dengan jenis sampah lainnya.
Diaz menegaskan, "Jangan sampai sampahnya tercampur, kalau restoran banyak pasti limbah organik akan lebih banyak, jadi harus ada pemilahan".
Selain meminta pengelola rest area memperbaiki sistem pengelolaan sampah, Diaz juga mengajak para pemudik untuk ikut berperan dalam menjaga kebersihan.
Pemudik diminta memanfaatkan fasilitas tempat sampah terpilah yang telah disediakan di area istirahat tersebut.
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu proses pengelolaan sampah menjadi lebih efektif.
Sebagai bentuk dukungan kepada pemudik untuk mengurangi sampah, Diaz juga membagikan kotak makan dan tumbler kepada para pemudik.
Pembagian kotak makan dan tumbler tersebut bertujuan mendorong pemudik mengurangi penggunaan plastik sekali pakai selama perjalanan mudik.
- Penulis :
- Shila Glorya








