
Pantau - Ledakan terjadi di Masjid Raya Pesona, Perumahan Pesona Raya Regency, Kelurahan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, saat shalat tarawih pada Senin sekitar pukul 20.00 WIB.
Ledakan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun satu orang jamaah mengalami gangguan pendengaran dan dilarikan ke UGD RSD dr Soebandi Jember.
Tim Polda Jawa Timur menemukan sejumlah bahan kimia saat melakukan olah tempat kejadian perkara di dalam masjid.
Penyelidikan Intensif dan Temuan Bahan Kimia
Kapolda Jawa Timur Nanang Avianto mengatakan penyelidikan dilakukan secara teliti dan tidak terburu-buru untuk memastikan hasil yang akurat.
Ia mengungkapkan, "Kami perlu melakukan ketelitian dan tidak terburu-buru dalam melakukan penyelidikan agar hasilnya akurat karena ada dugaan bahan-bahan dari zat kimia di lokasi, sehingga proses pengambilan barang bukti memerlukan peralatan khusus, jadi memerlukan ketelitian dan ketepatan."
Tim gabungan yang terdiri dari penjinak bom, laboratorium forensik, dan reserse kriminal umum dikerahkan untuk melakukan olah TKP.
Polisi juga menemukan cairan dalam jerigen yang masih didalami oleh penyidik terkait kaitannya dengan sumber ledakan.
Dugaan awal menyebutkan bahwa sumber ledakan berasal dari lemari besi yang berada di dalam masjid.
Pengamanan Lokasi dan Pengumpulan Bukti
Aparat kepolisian melakukan sterilisasi area serta memasang garis polisi untuk mengamankan lokasi dari warga.
Seluruh barang di sekitar titik ledakan dikumpulkan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Polisi telah memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi saat kejadian berlangsung.
Koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak termasuk Ketua RT dan RW setempat guna mendukung proses penyelidikan.
Rekaman CCTV di sekitar masjid turut diamankan untuk membantu mengungkap kronologi kejadian.
Beberapa bagian bangunan masjid seperti plafon, rooster, dan lemari mengalami kerusakan akibat ledakan tersebut.
Hingga kini, polisi belum memastikan kapan hasil olah TKP akan selesai, namun penyelidikan terus diupayakan secepat mungkin.
- Penulis :
- Arian Mesa







