
Pantau - Seorang diaspora Indonesia di Jepang membawa buku "Paradoks Indonesia" saat bertemu Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan resmi di Tokyo, Jepang, Minggu (29/3).
Momen Pertemuan dengan Presiden
Pertemuan tersebut memberikan kesan mendalam bagi Taufik Rahman Akmal, seorang insinyur dan konsultan di perusahaan listrik Jepang, yang mengaku bersyukur dapat bertatap muka langsung dengan Presiden.
"Jadi, hari ini pertama kali bertemu langsung dengan Bapak Prabowo Subianto gitu ya, rasanya luar biasa ya. Jadi kenapa luar biasa, karena dari 289 juta orang (penduduk Indonesia) kita bisa punya kesempatan bertemu langsung Presiden kita dan akan menjadi core memory tersendiri untuk saya," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Taufik sengaja membawa buku karya Prabowo berjudul "Paradoks Indonesia" yang telah lama dimilikinya untuk dimintakan tanda tangan.
"Jadi saya memang sudah punya buku ini sejak lama. Pak Presiden saya dengar datang ke sini, jadi saya berinisiatif untuk membawa buku ini dan meminta tanda tangan buku ini sekalian bertemu," ujarnya.
Harapan terhadap Kepemimpinan Prabowo
Taufik menyebut buku tersebut merupakan gagasan besar Prabowo yang ditulis sebelum menjabat sebagai Presiden dan berharap dapat menjadi pengingat arah pembangunan Indonesia ke depan.
"Ini buah pikir dari Pak Prabowo Subianto sejak sebelum menjadi Presiden. Jadi saya harap, dengan saya memperlihatkan buku ini kembali Pak Presiden, ingat gitu apa sih sebenarnya yang ingin dicita-citakan ke depan. Dan semoga bisa lebih baik lagi,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar Presiden Prabowo tetap semangat dalam menjalankan amanah kepemimpinan serta terus memperjuangkan cita-cita besar bagi Indonesia.
Kunjungan ini merupakan bagian dari lawatan resmi perdana Presiden Prabowo ke Jepang dalam rangka mempererat hubungan bilateral dan bertemu dengan berbagai pihak, termasuk diaspora Indonesia.
- Penulis :
- Aditya Yohan









