Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

KSAL Muhammad Ali Pastikan Misi KRI Bima Suci Aman di Tengah Ketegangan Geopolitik Global

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

KSAL Muhammad Ali Pastikan Misi KRI Bima Suci Aman di Tengah Ketegangan Geopolitik Global
Foto: KRI Bima Suci saat bersandar di Dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara, Selasa 31/3/2026 (sumber: ANTARA/Walda Marison)

Pantau - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memastikan misi diplomasi Kartika Jala Krida (KJK) yang dijalankan KRI Bima Suci tetap aman meskipun situasi konflik geopolitik global sedang memanas.

Pernyataan tersebut disampaikan Ali saat jumpa pers di Kolinlamil, Jakarta Utara, pada Selasa, 31 Maret 2026.

Rute Aman dan Koordinasi Intensif

Ali menjelaskan bahwa rute pelayaran muhibah KJK telah direncanakan secara matang dengan hanya mencakup negara-negara yang dinilai aman.

Ia mengungkapkan, "Rute pelayaran sudah kami rencanakan dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan hanya melalui negara-negara yang aman."

TNI AL juga telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak untuk menjamin keamanan jalur pelayaran KRI Bima Suci.

Koordinasi tersebut dilakukan bersama Kementerian Luar Negeri serta melibatkan para duta besar, atase pertahanan, atase militer, dan atase angkatan laut di negara-negara tujuan.

Dari hasil koordinasi tersebut, dipastikan seluruh wilayah yang akan dilalui berada dalam kondisi aman.

Meski demikian, Ali tetap mengingatkan prajurit TNI AL dan para taruna untuk meningkatkan kewaspadaan selama pelayaran berlangsung.

Misi Diplomasi dan Pendidikan Taruna

KRI Bima Suci berangkat dari Dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara untuk menjalankan misi diplomasi internasional.

Kapal tersebut membawa taruna akademi angkatan laut dari 25 negara sahabat Indonesia.

Dalam pelayaran ini, KRI Bima Suci dijadwalkan mengunjungi Colombo, Singapura, Vietnam, Korea Selatan, Tiongkok, Rusia, Jepang, Filipina, serta kembali ke Indonesia.

Selain itu, kapal juga akan singgah di sejumlah kota dalam negeri seperti Belawan, Bitung, dan kota lainnya.

Ali berharap para taruna dapat memanfaatkan kunjungan ini untuk menyerap ilmu pengetahuan dari negara-negara yang dikunjungi.

Ia menambahkan, "Para taruna juga akan mempelajari ilmu navigasi dan astronomi selama pelayaran untuk meningkatkan kemampuan berlayar."

Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara TNI AL dengan negara-negara sahabat peserta KJK serta memberikan kontribusi bagi kemajuan maritim dunia.

Penulis :
Arian Mesa