Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Program Kampung Nelayan Merah Putih Diklaim Dongkrak Produktivitas dan Pendapatan Nelayan hingga Dua Kali Lipat

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Program Kampung Nelayan Merah Putih Diklaim Dongkrak Produktivitas dan Pendapatan Nelayan hingga Dua Kali Lipat
Foto: Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, Wamenpar Ni Luh Enik Ermawati dan Mendag Budi Santoso dalam konferensi pers KSP di Jakarta, Rabu 1/4/2026 (sumber: ANTARA/Prisca Triferna)

Pantau - Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyatakan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Papua berhasil meningkatkan produktivitas dan pendapatan nelayan secara signifikan hingga dua kali lipat.

Pernyataan tersebut disampaikan Qodari dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu, 1 April 2026.

Ia mengungkapkan, "Di lokasi modeling Samber Binyeri, Biak, Papua, KNMP sudah berjalan dengan produktivitas meningkat dari 5,35 ton menjadi 10,85 ton per tahun per nelayan, atau naik 101 persen. Hari melaut meningkat dari 9 hari menjadi 13 hari, atau naik 44 persen."

Qodari menambahkan, "Ini menunjukkan bahwa dengan dukungan sarana dan sistem yang tepat kemampuan produksi nelayan bisa meningkat lebih dari dua kali lipat."

Peningkatan Produktivitas dan Pendapatan

Di lokasi percontohan Samber Binyeri, Biak, Papua, produktivitas nelayan tercatat meningkat dari 5,35 ton menjadi 10,85 ton per tahun per nelayan.

Kenaikan tersebut setara dengan peningkatan sebesar 101 persen.

Hari melaut nelayan juga meningkat dari 9 hari menjadi 13 hari atau naik 44 persen.

Pendapatan nelayan di wilayah tersebut meningkat dari Rp4,35 juta menjadi Rp7,73 juta per bulan.

Kenaikan pendapatan tersebut mencapai 75 persen seiring peningkatan produktivitas, kualitas ikan yang terjaga, serta akses pasar yang semakin luas.

Nilai tambah dari penjualan ikan juga melonjak dari Rp1,57 miliar per tahun menjadi Rp4,57 miliar per tahun.

Kenaikan nilai tambah tersebut mencapai 190 persen karena nelayan mulai terlibat dalam rantai usaha yang lebih panjang seperti pengolahan, penyimpanan, dan distribusi.

Progres Program dan Target Nasional

Qodari menyampaikan progres pembangunan Tahap 1 KNMP yang dimulai pada September 2025 telah mencapai 99,23 persen atau 61 dari target 65 lokasi.

Sementara itu, progres Tahap 2 yang dimulai pada Desember 2025 telah mencapai 16,68 persen.

Program KNMP merupakan salah satu Program Prioritas dan Program Hasil Terbaik Cepat pemerintah dalam memperkuat sektor riil kelautan.

Program ini juga ditujukan untuk mendukung ketahanan pangan berbasis sumber daya laut melalui pembangunan sistem ekonomi yang utuh dan terintegrasi.

Seluruh aktivitas nelayan mulai dari penangkapan, penyimpanan, pengolahan hingga pemasaran dikelola dalam satu ekosistem usaha.

Pemerintah menargetkan pembangunan 1.000 lokasi KNMP pada tahun 2026.

Hingga 25 Maret 2026, telah teridentifikasi 1.269 calon lokasi di 37 provinsi yang terdiri dari 383 calon hub dan 886 calon penyangga.

Penulis :
Shila Glorya