Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kemenag Klaim Platform MOOC Pintar Hemat Anggaran Hingga Rp8,7 Triliun Sepanjang 2025

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemenag Klaim Platform MOOC Pintar Hemat Anggaran Hingga Rp8,7 Triliun Sepanjang 2025
Foto: (Sumber : Kepala Pusbangkom SDM Kemenag Mastuki. ANTARA/HO-Kemenag.)

Pantau - Kementerian Agama melalui Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) SDM melaporkan platform Massive Open Online Course (MOOC) Pintar mampu mengefisiensikan anggaran hingga Rp8,7 triliun sepanjang 2025 dalam upaya peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN).

Digitalisasi Pelatihan Hemat Anggaran Triliunan

Kepala Pusbangkom SDM Kemenag Mastuki menyampaikan capaian efisiensi tersebut menunjukkan efektivitas digitalisasi dalam sistem pelatihan nasional.

"Dengan efisiensi anggaran sebesar Rp8,7 triliun, platform ini telah membuktikan bahwa digitalisasi mampu menghadirkan satu wadah dengan jutaan ilmu dan triliunan efisiensi bagi negeri," ungkapnya di Jakarta, Kamis.

MOOC Pintar merupakan platform pelatihan daring yang menyediakan program gratis, fleksibel, dan bersertifikat di bidang pendidikan dan keagamaan bagi ASN maupun masyarakat umum.

Sepanjang 2025, Kemenag mencatat sebanyak 1,5 juta peserta dari berbagai daerah dan latar belakang profesi telah terhubung melalui platform tersebut.

Kualitas Pembelajaran dan Dampak ke ASN

Selain efisiensi anggaran, Kemenag menegaskan kualitas pembelajaran tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program.

“Berdasarkan hasil evaluasi Level 2 Learning atau peningkatan kompetensi, platform MOOC Pintar mencatatkan indeks keberhasilan sebesar 81,11 yang masuk dalam kategori Sangat Baik," kata Mastuki.

Ia menjelaskan pembelajaran digital tersebut memberikan dampak nyata berupa peningkatan pengetahuan teknis, keterampilan kerja yang lebih adaptif, serta perluasan wawasan tugas ASN.

“Selain itu, perluasan wawasan tugas juga menjadi poin penting yang sangat mendukung performa organisasi secara keseluruhan dalam lingkup Kementerian Agama,” ujarnya.

Kemenag juga tengah mengembangkan pendekatan micro-credentials melalui MOOC Pintar dengan target partisipasi hingga 500 ribu pendidik secara serentak.

“Jika pelatihan tetap dilakukan secara konvensional, maka ketertinggalan kompetensi ASN adalah sebuah keniscayaan,” kata Mastuki.

Transformasi digital disebut menjadi langkah strategis untuk menjangkau jutaan ASN di seluruh Indonesia secara lebih efektif dan efisien.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti