HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Siapkan Pabrik Pengolahan Gambir di Sumatera Barat untuk Dorong Hilirisasi Komoditas Unggulan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pemerintah Siapkan Pabrik Pengolahan Gambir di Sumatera Barat untuk Dorong Hilirisasi Komoditas Unggulan
Foto: Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi saat diwawancarai mengenai harga gambir di Padang (sumber: ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Pantau - Pemerintah akan segera membangun pabrik pengolahan gambir di Provinsi Sumatera Barat sebagai bagian dari upaya hilirisasi komoditas unggulan daerah tersebut.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyampaikan bahwa rencana pembangunan pabrik tersebut telah ditetapkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian.

"Perkembangan terbaru yang saya dapatkan Pak Menteri Pertanian sudah menetapkan akan membangun pabrik pengolahan gambir di Sumbar," ungkapnya di Kota Padang pada Kamis.

Pabrik pengolahan gambir itu direncanakan akan dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara IV.

Lokasi pembangunan pabrik berkemungkinan berada di Kabupaten Limapuluh Kota.

Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada posisi Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Pesisir Selatan sebagai dua daerah utama penghasil gambir di Sumatera Barat.

Potensi Ekspor dan Tantangan Harga

Sekitar 80 persen kebutuhan gambir dunia saat ini dipasok dari Indonesia, khususnya dari Sumatera Barat.

Selama ini, ekspor gambir dari Sumbar rutin dikirim ke kawasan Asia Selatan, terutama ke India dan Pakistan.

Dalam dua tahun terakhir, tren ekspor gambir menunjukkan peningkatan signifikan.

Pada tahun 2024, volume ekspor gambir mencapai 13.482 ton dengan nilai Rp574,7 miliar.

Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2023 yang hanya mencapai 11.865 ton.

Namun, penurunan harga gambir saat ini dipengaruhi oleh kondisi geopolitik global.

Konflik di kawasan Timur Tengah turut memperparah penurunan harga komoditas tersebut.

Bupati Limapuluh Kota Safni mengaku terkejut saat mengetahui disparitas harga gambir di pasar internasional.

"Harga ekstrak gambir di India mencapai sekitar 10 dolar AS atau Rp160 ribu per kilogram," ungkapnya.

Ia menyebutkan harga tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan harga yang diterima petani di Sumbar yang hanya sekitar Rp40 ribu per kilogram.

Hilirisasi dan Inovasi Produk Gambir

Seluruh bahan baku ekstrak gambir yang diolah di India diketahui berasal dari Sumatera Barat, khususnya dari Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Upaya hilirisasi gambir di Sumbar juga telah dilakukan melalui inovasi produk turunan.

Salah satu inovasi tersebut adalah produksi tinta berbahan dasar gambir untuk Pemilu 2024.

Inovasi ini digagas oleh Universitas Andalas bersama perusahaan lokal.

Pada pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024, Universitas Andalas berhasil mendistribusikan satu juta botol tinta gambir.

Tinta tersebut digunakan di 35 provinsi di Indonesia serta untuk pemilih di luar negeri.

Penulis :
Arian Mesa