
Pantau - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap dua di Provinsi Riau telah menyemai sebanyak 25 ton garam sejak 28 Maret 2026 guna menciptakan hujan buatan untuk membasahi lahan, terutama kawasan gambut, sebagai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Fokus Penyemaian dan Teknologi yang Digunakan
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Damkar Riau Jim Gafur menyampaikan bahwa operasi ini difokuskan di wilayah pesisir timur Riau yang rawan karhutla.
“OMC difokuskan di daerah pesisir timur Riau, yakni di wilayah Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan, dan kota Dumai,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa penyemaian garam dilakukan menggunakan pesawat Cessna C208B/PK-AKR milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berdasarkan analisis dan rekomendasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Selain pesawat, pemerintah juga mengerahkan empat helikopter untuk mendukung penanganan karhutla, terdiri dari dua unit patroli dan dua unit untuk operasi water bombing.
“Saat ini sudah ada empat helikopter di Riau yang dapat digunakan untuk penanggulangan karhutla, dua unit untuk kegiatan patroli dan dua unit untuk 'water bombing',” ujarnya.
Titik Panas Menurun dan Karhutla Nihil
Upaya OMC ini berdampak pada menurunnya titik panas di wilayah Riau serta nihilnya laporan kebakaran lahan dalam periode terakhir.
Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera juga telah menyelesaikan operasi pemadaman di Pulau Bengkalis.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengatakan pendinginan terakhir dilakukan di Desa Kelemantan Barat sebelum operasi dinyatakan tuntas.
"Helikopter bom air juga membantu kami sebanyak dua kali siang kemarin, selain cuaca juga masih sangat baik sehabis hujan, tim Manggala Agni demobilisasi secara bertahap," katanya.
Pemerintah berharap langkah modifikasi cuaca ini dapat terus menekan potensi karhutla selama musim kemarau di wilayah tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan








