
Pantau - Perayaan Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, digelar secara sederhana sebagai bentuk empati terhadap kondisi sosial dan situasi global yang penuh ketidakpastian.
Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi Fauzi Bowo atau Foke menyatakan keputusan tersebut diambil karena masih banyak masyarakat yang terdampak kondisi ekonomi dan bencana.
"Situasi global saat ini menimbulkan ketidakpastian. Kita juga melihat masih banyak saudara kita yang mengalami kesulitan. Karena itu, kami memutuskan untuk menyederhanakan perayaan ini," kata Foke.
Alasan Penyederhanaan dan Pesan Solidaritas
Foke menjelaskan kondisi dalam negeri dan global menjadi pertimbangan utama, termasuk dampak bencana alam serta konflik kemanusiaan di Gaza dan Timur Tengah.
"Sebagai bentuk keprihatinan terhadap suasana batin yang berkembang akhir-akhir ini, masih banyak saudara-saudara kita yang belum kembali pulih dari bencana alam yang terjadi sehingga kehidupan sosial dan ekonominya belum pulih, kemudian berlangsungnya penindasan di jalur Gaza, dan akhir-akhir ini perang di Timur Tengah yang berdampak ketidakpastian di seluruh dunia," ujarnya.
Ia mengajak masyarakat menjadikan momen ini untuk meningkatkan empati dan solidaritas sosial di tengah situasi tersebut.
Pelestarian Budaya Tetap Diperkuat
Meski digelar sederhana, Foke menegaskan nilai budaya Betawi tetap menjadi inti perayaan.
Tradisi "antaran" atau "sorogan" tetap dipertahankan sebagai simbol penghormatan kepada yang lebih tua dan bagian dari nilai moral masyarakat Betawi.
"Ini adalah ekspresi takzim dan penghormatan. Jadi bukan gratifikasi, melainkan budaya yang harus kita pahami bersama," ucap Foke.
Lebaran Betawi juga dimaknai sebagai upaya menjaga identitas budaya di tengah modernisasi Jakarta sebagai kota global.
Perayaan berlangsung pada 10 hingga 12 April 2026 dengan berbagai rangkaian kegiatan budaya, hiburan rakyat, hingga bazar UMKM.
Foke menegaskan kegiatan ini menjadi momentum mempererat persatuan dan memperkuat rasa kebersamaan warga Jakarta.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








