HOME  ⁄  Nasional

Tradisi Hantaran Lebaran Betawi Jadi Simbol Bakti dan Kekayaan Kuliner Khas Jakarta

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Tradisi Hantaran Lebaran Betawi Jadi Simbol Bakti dan Kekayaan Kuliner Khas Jakarta
Foto: (Sumber : Wali Kota Jakarta Timur Munjirin memberikan hantaran atau seserahan dalam rangkaian perayaan Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza/am.)

Pantau - Tradisi hantaran dalam perayaan Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, menjadi simbol penghormatan kepada orang tua sekaligus wujud pelestarian budaya dan kekayaan kuliner khas Betawi.

Tradisi tersebut disampaikan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dalam rangkaian acara yang berlangsung pada Sabtu (11/4).

"Tradisi hantaran ini merupakan bentuk penghormatan sekaligus bagian dari ibadah sosial yang perlu terus dijaga," kata Fauzi.

Ragam Hantaran Kuliner dari Berbagai Wilayah

Prosesi hantaran ditampilkan melalui iring-iringan perwakilan wilayah di Jakarta yang membawa rantang berisi makanan khas untuk diserahkan kepada pimpinan daerah.

Jakarta Pusat membuka dengan nasi kebuli, sementara Jakarta Utara menghadirkan bebek oblok serta camilan tradisional seperti biji ketapang dan dodol Betawi.

Jakarta Barat menampilkan pindang bandeng dan gabus pucung, sedangkan Jakarta Selatan membawa ayam kuning, pecak gurame, serta nasi goreng mengkudu.

Jakarta Timur menyajikan nasi uduk Mak Lengket dan roti buaya sebagai simbol kesetiaan, sementara Kepulauan Seribu menghadirkan ikan bakar sambal beranyut dan udang penko.

Selain makanan, prosesi juga diakhiri dengan penyerahan mushaf Al-Qur’an Betawi sebagai simbol nilai spiritual yang tetap dijaga.

Simbol Budaya dan Nilai Sosial Betawi

Fauzi menegaskan tradisi hantaran mencerminkan nilai kebersamaan, gotong royong, serta etika sosial dalam masyarakat Betawi.

"Kalau antar-antaran dianggap gratifikasi, berarti tidak memahami adat istiadat Betawi," tegas Fauzi.

Ia menjelaskan tradisi ini menjadi simbol hubungan harmonis antara generasi muda dan tua, serta antara masyarakat dan pemimpin.

Lebaran Betawi 2026 digelar pada 10–12 April dengan berbagai rangkaian acara budaya, kuliner, dan hiburan rakyat yang melibatkan masyarakat luas.

Penulis :
Ahmad Yusuf