HOME  ⁄  Nasional

Menteri Lingkungan Hidup Instruksikan Daerah Aktifkan MPA untuk Tekan Lonjakan Karhutla 2026

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Menteri Lingkungan Hidup Instruksikan Daerah Aktifkan MPA untuk Tekan Lonjakan Karhutla 2026
Foto: Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jambi, Sabtu 11/4/2026 (sumber: ANTARA/Agus Suprayitno)

Pantau - Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq meminta pemerintah daerah mengaktifkan kembali Masyarakat Peduli Api (MPA) guna meminimalisir kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah peningkatan signifikan luas kebakaran pada 2026.

Permintaan tersebut disampaikan Hanif di Kota Jambi pada Sabtu, 11 April 2026, menyusul meningkatnya risiko Karhutla akibat musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino.

Ia menegaskan, "Kepala daerah diminta untuk kembali mengoperasikan masyarakat peduli api yang telah terbentuk diseluruh wilayah," ungkapnya.

Instruksi ke Daerah dan Perusahaan

Hanif juga meminta seluruh kepala daerah, mulai dari gubernur, bupati, hingga wali kota, segera melaporkan kondisi terkini darurat Karhutla kepada pemerintah pusat.

Ia menjelaskan, "Jangan khawatir penegakan status tersebut tidak mengurangi kredibilitas dari bupati dan wali kota, justru akan memperpendek jalur birokrasi untuk penanganan bersama-sama," jelasnya.

Selain itu, gubernur diminta mengkonsolidasikan perusahaan pemegang izin seperti HPH, HTI, dan perkebunan agar meningkatkan kesiapsiagaan sesuai Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020.

Lonjakan Karhutla dan Antisipasi Nasional

Berdasarkan data, luas kebakaran hutan di Indonesia telah mencapai 32.600 hektare pada 2026.

Angka tersebut meningkat hampir 20 kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang hanya sekitar 1.500 hektare.

Wilayah yang paling banyak menyumbang kebakaran tercatat berasal dari Provinsi Riau dan Kalimantan Barat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan musim kemarau tahun ini dipengaruhi fenomena El Nino meski tergolong lemah, namun berdurasi lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya.

Kementerian Lingkungan Hidup juga menyediakan pembaruan data mingguan terkait tinggi muka air tanah (TMAT) lahan gambut sebagai referensi bagi pemerintah daerah dalam pemantauan dan pengambilan keputusan.

Pemerintah bersama BMKG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah merumuskan langkah strategis, termasuk operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk menambah cadangan air di lahan gambut.

Selain itu, kesiapsiagaan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla mulai diaktifkan di berbagai daerah melalui apel siaga yang digelar bergilir antar provinsi guna memperkuat koordinasi nasional.

Penulis :
Leon Weldrick