HOME  ⁄  Nasional

Kementerian Pekerjaan Umum Siapkan 400 Pompa Air Hadapi Ancaman El Nino Ekstrem

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kementerian Pekerjaan Umum Siapkan 400 Pompa Air Hadapi Ancaman El Nino Ekstrem
Foto: Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat 10/4/2026 (sumber: ANTARA/Harianto)

Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan sekitar 400 unit pompa air untuk mendukung pompanisasi pertanian dalam menghadapi potensi musim kemarau akibat fenomena Godzilla El Nino.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa jumlah tersebut masih bersifat sementara dan akan terus ditambah sesuai kebutuhan di lapangan.

"Sementara waktu 400 unit tapi kita akan tambah terus," ungkapnya.

Penambahan pompa dilakukan agar distribusi air ke lahan sawah tetap optimal selama periode kemarau di berbagai wilayah Indonesia.

"Banyak, kemarin pompa yang disiapkan 400 unit ya, tapi kita akan tambah terus. Jadi, sementara waktu 400 unit tapi kita akan tambah terus," ia mengungkapkan.

Koordinasi Antar Kementerian Hindari Tumpang Tindih

Penyediaan pompa air dilakukan dengan koordinasi bersama Kementerian Pertanian untuk menghindari tumpang tindih program antar kementerian.

"Karena Kementerian Pertanian juga menyiapkan barang yang sama. Jadi, kita juga enggak mau overlapping," ujarnya.

Pembagian peran antar kementerian menjadi kunci agar setiap instansi dapat fokus pada wilayah kerja masing-masing tanpa duplikasi program.

"Kita koordinasi terus, mana yang Kementerian Pertanian kerjakan, kita enggak akan kerjakan di situ. Kalau kita kerjakan di situ, Kementerian Pertanian enggak akan kerjakan di situ," katanya.

Pembangunan Irigasi Digenjot untuk Tingkatkan Produktivitas

Selain pompa air, pembangunan jaringan irigasi tersier juga menjadi perhatian penting untuk meningkatkan efektivitas distribusi air ke lahan pertanian.

"Cuma kalau kami, saya minta teman-teman jangan hanya pompa air tanah, tapi juga harus dibangun jaringan irigasi tersiernya sehingga air yang kita alirkan itu lebih efektif, efisien untuk mengairi sawah," ia mengungkapkan.

Dengan jaringan irigasi yang memadai, distribusi air diharapkan lebih efektif dan efisien sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian.

Targetnya adalah sawah tadah hujan minimal dapat panen dua kali dalam setahun, bahkan diharapkan bisa tiga kali.

"Harapan kami sawah-sawah tadah hujan itu minimum bisa panen setahun dua kali. Kalau bisa tiga kali alhamdulillah gitu," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menyatakan kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk memperbaiki jaringan irigasi sebagai langkah antisipatif menghadapi ancaman kekeringan akibat potensi El Nino ekstrem.

Upaya ini bertujuan menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian di tengah risiko penurunan curah hujan serta memperkuat ketahanan sektor pertanian nasional melalui distribusi air yang lebih efektif.

Penulis :
Leon Weldrick