HOME  ⁄  Nasional

Menteri PPPA Arifah Fauzi Sebut Paralegal Muslimat NU Garda Terdepan Akses Keadilan Perempuan dan Anak

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menteri PPPA Arifah Fauzi Sebut Paralegal Muslimat NU Garda Terdepan Akses Keadilan Perempuan dan Anak
Foto: (Sumber : Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi (kedua kanan) dan Ketua Dewan Pembina PP Muslimat NU sekaligus Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (tengah) pada peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU di Semarang, Jawa Tengah. ANTARA/HO-KemenPPPA.)

Pantau - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menegaskan paralegal Muslimat NU berperan strategis sebagai garda terdepan dalam membuka akses keadilan bagi perempuan dan anak korban kekerasan dan diskriminasi di tingkat komunitas.

Peran Strategis Paralegal di Tingkat Akar Rumput

Arifah menyampaikan bahwa paralegal Muslimat NU menjadi pintu awal bagi korban untuk mendapatkan pendampingan hukum yang berperspektif korban.

"Paralegal Muslimat NU hadir sebagai garda terdepan di tingkat komunitas, menjadi pintu awal akses keadilan melalui pendampingan berperspektif korban, sekaligus memastikan hak-hak perempuan dan anak dapat dipahami dan diperjuangkan secara bermartabat. Peran ini tidak hanya bersifat hukum, tetapi juga sosial dan kemanusiaan, dengan pendekatan empati, nilai keagamaan, dan kearifan lokal yang hidup di masyarakat," ungkapnya di Jakarta, Senin.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Lahir ke-80 Muslimat NU di Semarang, Jawa Tengah.

Penguatan Keluarga dan Literasi Digital

Arifah juga mengajak kader Muslimat NU untuk berperan aktif dalam membangun ketahanan keluarga serta meningkatkan literasi digital di tengah dinamika global.

"Saya mengajak seluruh kader Muslimat NU untuk memperkuat ketahanan keluarga sebagai benteng dalam menghadapi krisis global, meningkatkan literasi digital agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan, menumbuhkan solidaritas kemanusiaan, serta terus memperkuat kemandirian ekonomi keluarga sebagai bagian dari ketahanan nasional," ujarnya.

Ia menilai perempuan memiliki peran penting sebagai pendidik pertama dalam keluarga untuk menanamkan nilai kasih sayang, toleransi, dan cinta damai kepada generasi penerus.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat seperti Muslimat NU menjadi kunci dalam menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak serta memperluas akses pemberdayaan hingga ke tingkat akar rumput.

Penulis :
Aditya Yohan