
Pantau - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pemerintah memprioritaskan persiapan penyelenggaraan ibadah haji yang waktunya semakin dekat dan menunda pembahasan wacana war ticket agar tidak mengganggu fokus utama.
Permintaan tersebut disampaikan seiring munculnya diskursus terkait sistem war ticket yang dinilai membutuhkan kajian mendalam sebelum diterapkan.
Fokus Persiapan Haji Diutamakan
Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis menilai pembahasan war ticket sebaiknya dilakukan setelah seluruh rangkaian ibadah haji selesai.
"Jadi mungkin wacana ini bisa dibuka setelah penyelenggaraan haji itu selesai. Kalau sekarang, saya khawatir minggu depan mau berangkat masih sibuk dengan menanggapi wacana ini," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa keputusan terkait kebijakan tersebut tidak boleh dilakukan secara terburu-buru mengingat kompleksitas pengelolaan ibadah haji yang melibatkan banyak pihak.
Selain itu, MUI khawatir pembahasan yang dilakukan saat ini justru mengalihkan perhatian dari persiapan keberangkatan jamaah yang sudah di depan mata.
Risiko Ketimpangan dan Antrean Panjang
Cholil Nafis menyoroti bahwa salah satu persoalan utama dalam penyelenggaraan haji adalah panjangnya antrean calon jamaah yang mencapai jutaan orang.
Menurutnya, kebijakan baru seperti war ticket harus mempertimbangkan aspek keadilan bagi jamaah yang telah lama menunggu giliran.
"Kalau itu nanti war ticket apakah pasti tidak ada antrean lagi dan itu berefek kepada orang yang antre panjang itu?" ujarnya.
MUI juga mengingatkan potensi munculnya praktik percaloan serta ketimpangan akses, terutama bagi masyarakat pedesaan dan lansia yang belum terbiasa dengan teknologi digital.
Di sisi lain, sistem tersebut dinilai memiliki potensi positif karena memberi peluang bagi masyarakat yang mampu secara finansial dan fisik untuk berangkat lebih cepat, namun dampak negatifnya dianggap tidak bisa diabaikan.
Selain itu, aspek regulasi disebut cukup kompleks karena pengelolaan haji juga melibatkan lembaga seperti Badan Pengelola Keuangan Haji.
- Penulis :
- Shila Glorya








