
Pantau - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jamaah calon haji Indonesia untuk bijak mengatur ritme ibadah di Masjidil Haram guna menghindari kelelahan dan gangguan kesehatan di tengah cuaca panas Makkah.
Risiko Kelelahan Akibat Euforia Ibadah
Kepala Seksi PKP2JH dan Jamaah Lansia-Disabilitas Daker Makkah, Ridwan Siswanto, menyoroti fenomena euforia ibadah yang membuat jamaah kerap mengabaikan waktu istirahat selama menjalankan rangkaian haji.
Ia mengungkapkan, "Banyak jamaah menganggap haji sebagai momen sekali seumur hidup sehingga beribadah terus-menerus tanpa jeda, bahkan hingga semalaman sampai waktu tahajud."
Pola ibadah berlebihan tersebut menyebabkan kelelahan fisik yang berpotensi menurunkan kondisi kesehatan jamaah selama di Tanah Suci.
Jika kondisi fisik menurun, jamaah berisiko tidak mampu mengikuti jadwal kegiatan wajib dari kloter maupun puncak ibadah haji.
Ancaman Dehidrasi dan Heat Stroke
Selain kurang tidur, petugas juga menemukan kebiasaan jamaah yang sengaja mengurangi minum untuk menghindari sering buang air kecil dan menjaga wudhu.
Kondisi ini dipicu oleh jarak tempat wudhu yang cukup jauh ketika jamaah sudah mendapatkan posisi nyaman di dalam masjid.
Ridwan menegaskan, "Kombinasi cuaca ekstrem, kelelahan fisik, dan dehidrasi menjadi penyebab utama risiko heat stroke."
Jamaah diimbau untuk tetap menjaga hidrasi dengan minum secara berkala selama beribadah.
Secara teknis, jamaah disarankan untuk minum setiap lima menit sebanyak dua teguk guna menjaga kecukupan cairan tubuh.
Petugas berharap jamaah memprioritaskan kesehatan dan menjaga stamina agar tetap prima hingga seluruh rangkaian rukun dan wajib haji selesai dilaksanakan.
- Penulis :
- Leon Weldrick







