
Pantau.com - Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto menceritakan pengalamannya saat menjalani ibadah puasa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Novanto pun membeberkan menunya saat sahur dan berbuka di lapas yang disebutnya 'pesantren' itu.
"Ya, Insya Allah, saya beradaptasi dengan teman-teman yang sama-sama susah dan penghuninya saling berbagi serta berdoa selama tinggal di 'pesantren'," kata Setya Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (21/5/2018).
Baca juga: Setya Novanto Beberkan Pertemuan Pertamanya dengan Fredrich Yunadi di Bioskop
Setya Novanto yang juga mantan Ketua Umum Partai Golkar itu juga menceritakan momen kebersamaan dengan penghuni lapas lainnya.
"(Saya) puasa terus, sahur bersama-sama dengan teman-teman yang lain, saling berbagi untuk sahur," kata Novanto.
Untuk makan sahur, Novanto mengaku menunya adalah sayur lodeh, sedangkan saat berbuka cukup dengan gorengan.
"Sahur ada sayur lodeh, kalau buka gorengan yang ala di 'pesantren' sana," katanya sambil sedikit tersenyum.
Baca juga: Fredrich Yunadi Minta Pindah Rutan Gara-gara Setya Novanto
Hari ini, Novanto dijadwalkan menjadi saksi untuk Direktur PT Quadra Solutions Anang Sugiana Sudihardjo dalam kasus e-KTP. Setnov sendiri sudah dipindahkan sejak 4 Mei 2018 ke Lapas Sukamiskin berdasarkan vonis hakim dalam sidang 24 April 2018 yang menyatakan bahwa dia terbukti bersalah dan dihukum 15 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi pengadaan e-KTP.
Ia pun memutuskan untuk menerima vonis hakim tersebut dan telah membayarkan denda Rp500juta serta biaya perkara Rp7.500,00.
Untuk pembayaran uang pengganti belum dipenuhi sebesar 7,435 juta dolar AS dikurangi Rp5 miliar. Namun, Novanto sudah menyanggupi untuk membayarnya dengan menyerahkan surat kesanggupan membayar.
- Penulis :
- Adryan N








