
Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bengkulu mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi angin kencang dengan kecepatan mencapai 50 kilometer per jam dalam beberapa hari ke depan di wilayah Provinsi Bengkulu.
Peringatan Cuaca Ekstrem dan Potensi Bencana Hidrometeorologi
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati Bengkulu, Intan Rahma, menyampaikan bahwa kondisi cuaca menunjukkan adanya peningkatan potensi angin kencang di beberapa wilayah.
"Untuk hari ini masih ada potensi angin kencang sampai dengan 50 km per jam atau antara 26 hingga 27 knot," ungkapnya di Kota Bengkulu.
Selain angin kencang, BMKG juga memprediksi potensi hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang secara merata di seluruh Provinsi Bengkulu dalam beberapa hari ke depan.
Untuk kondisi laut, BMKG mencatat gelombang laut mencapai dua meter di perairan Bengkulu hingga Enggano, dan bahkan mencapai 2,5 meter di Samudra Hindia barat Bengkulu.
BMKG meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang.
Intan juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang namun sigap dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrem, serta mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap berjalan aman.
BMKG Bengkulu juga mengajak masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG, atau call center Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap informasi cuaca yang tidak berasal dari sumber resmi.
Pemerintah Kota Bengkulu Lakukan Simulasi dan Pengecekan Kesiapan
Sebagai bentuk mitigasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi, Pemerintah Kota Bengkulu telah melaksanakan latihan simulasi bencana.
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menyatakan bahwa pelajaran dari bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara menjadi alasan kuat bagi pemerintah daerah untuk melakukan persiapan.
"Seperti kita ketahui, bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara menjadi pelajaran bagi kita semua. Maka kami berupaya melakukan mitigasi terhadap kemungkinan-kemungkinan terburuk. Hari ini kita gelar apel siaga dan dilanjutkan dengan simulasi," ujarnya.
Simulasi dilakukan dengan skenario yang mendekati kondisi nyata di lapangan, termasuk evakuasi korban tenggelam, penanganan ibu hamil yang membutuhkan pertolongan, penyelamatan menggunakan tali dari jembatan, dan skenario lainnya.
Kegiatan ini melibatkan Satpol-PP, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Sosial, serta sejumlah instansi terkait lainnya.
Selain simulasi, Wali Kota Dedy juga melakukan pengecekan kesiapan peralatan kebencanaan milik BPBD, seperti perahu karet, chainsaw, mobil logistik, mobil dapur umum, dan kesiapan dapur lapangan.
Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh peralatan dalam kondisi baik dan siap digunakan saat terjadi bencana.
- Penulis :
- Gerry Eka








