
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengimbau masyarakat pesisir untuk mewaspadai potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi pada 1 hingga 8 Januari 2026.
Wilayah Rawan dan Imbauan kepada Warga
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangka, Rusmansyah, menyatakan bahwa sejumlah wilayah pesisir Bangka kerap terdampak banjir rob akibat naiknya ketinggian air laut maksimum.
"Saya ingatkan masyarakat pesisir supaya mewaspadai potensi banjir rob yang masih akan terjadi," ujarnya.
Beberapa wilayah yang sering terdampak banjir rob di antaranya adalah sebagian lingkungan Parit Pekir Sungailiat, Lingkungan Nelayan Sungailiat, Lingkungan Air Hanyut Sungailiat, serta beberapa lokasi pesisir lainnya.
Menurut Rusmansyah, banjir rob dapat menggenangi permukiman penduduk bahkan masuk ke dalam rumah, sehingga mengganggu aktivitas warga.
"Meskipun banjir rob hanya berlangsung beberapa hari atau jam, namun tetap mengganggu aktivitas masyarakat terdampak, terlebih jika air masuk ke rumah," jelasnya.
BPBD meminta para Ketua RT dan kepala lingkungan di wilayah terdampak untuk segera melapor kepada pemerintah desa atau kelurahan, atau langsung menghubungi BPBD jika diperlukan penanganan cepat.
BPBD Siagakan Petugas dan Relawan Destana
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kabupaten Bangka telah menyiagakan sejumlah petugas untuk memantau kondisi di lapangan selama periode potensi banjir rob.
Upaya ini turut didukung oleh relawan dari Desa Tangguh Bencana (Destana) yang telah dibentuk di masing-masing desa.
BPBD berharap koordinasi masyarakat dan aparat lokal dapat mempercepat respons bila terjadi genangan air yang mengganggu kenyamanan dan keselamatan warga.
- Penulis :
- Gerry Eka








