Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  News

Penyintas Pembantaian Nanjing Wafat di Usia 95 Tahun, Kini Tersisa 23 Orang Saksi Hidup

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Penyintas Pembantaian Nanjing Wafat di Usia 95 Tahun, Kini Tersisa 23 Orang Saksi Hidup
Foto: (Sumber: Pemakaman Pan Qiaoying, seorang wanita penyintas Pembantaian Nanjing, yang wafat pada usia 95 tahun pada Kamis (1/1/2026). (Xinhua).)

Pantau - Pan Qiaoying, salah satu penyintas Pembantaian Nanjing, wafat pada Kamis, 1 Januari 2026, dalam usia 95 tahun, menurut pengumuman resmi dari Balai Peringatan Korban Pembantaian Nanjing oleh Tentara Jepang pada Jumat, 2 Januari 2026.

Dengan wafatnya Pan, jumlah penyintas yang masih hidup dan terdaftar kini hanya tersisa 23 orang.

Balai peringatan tersebut berada di Nanjing, ibu kota Provinsi Jiangsu, China timur.

Tragedi Nanjing dan Kesaksian Seorang Anak Kecil

Pembantaian Nanjing merupakan salah satu peristiwa paling kejam dalam Perang Dunia II, saat pasukan Jepang merebut ibu kota China kala itu pada 13 Desember 1937.

Dalam enam pekan setelahnya, sekitar 300.000 warga sipil dan tentara tak bersenjata dibunuh.

Pan Qiaoying saat itu baru berusia enam tahun dan menjadi saksi kekejaman tersebut.

Ia bersembunyi di tungku dapur dan melihat langsung tentara Jepang menikam kakek, ayah, dan sepupunya hingga tewas dengan bayonet.

Seiring berjalannya waktu, jumlah penyintas yang dapat memberikan kesaksian langsung semakin menurun akibat usia lanjut.

Upaya Dokumentasi dan Peringatan Sejarah

Sejak tahun 2014, China menetapkan 13 Desember sebagai hari peringatan nasional bagi para korban Pembantaian Nanjing.

Pemerintah juga telah mendokumentasikan kesaksian para penyintas dalam bentuk transkrip tertulis dan video.

Pada tahun 2015, dokumen-dokumen terkait tragedi tersebut telah didaftarkan oleh UNESCO dalam program Memory of the World Register.

Penulis :
Gerry Eka