
Pantau - Kontingen Indonesia membuka dapur umum sendiri selama pelaksanaan ASEAN Para Games 2025 di Nakhon Ratchasima, Thailand, guna memastikan para atlet mendapatkan konsumsi yang layak dan sesuai kebutuhan gizi.
Inisiatif ini diambil sebagai respons terhadap konsumsi awal yang diberikan kepada atlet saat baru tiba, yang dinilai “tidak standar”.
Keputusan untuk membuka dapur umum diambil oleh tim Chief de Mission (CdM) agar para atlet memperoleh asupan kalori yang sesuai dan makanan yang cocok dengan selera mereka.
Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Surono, menyampaikan apresiasi atas langkah tersebut.
Ia juga mengucapkan terima kasih sebagai perwakilan pemerintah, dan menyatakan bahwa koordinasi terus dilakukan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga.
Dukung Kenyamanan dan Performa Atlet
Selain konsumsi, tim CdM juga memberikan pelayanan akomodasi terbaik kepada para atlet dan pelatih sepanjang ajang berlangsung.
Pelayanan ini dilakukan setiap hari dan dinilai berdampak positif terhadap kenyamanan serta semangat juang para atlet.
"Pelayanan yang baik membuat atlet dan pelatih merasa nyaman dan serius bertanding", ujar Surono.
Pada hari ketiga pelaksanaan ASEAN Para Games 2025, Indonesia telah berhasil meraih 69 medali emas.
Surono berharap pembukaan dapur umum ini dapat menjaga kondisi dan performa atlet hingga dua hari terakhir kompetisi.
Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa pembinaan jangka panjang dan pelatnas berkelanjutan akan menjadi modal penting menuju Paralimpiade 2028.
Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir juga menyatakan kebanggaannya atas langkah kontingen Indonesia yang membuka dapur umum secara mandiri.
Langkah tersebut dinilai mencerminkan kemandirian dan kemampuan tim nasional dalam mencari solusi atas berbagai tantangan di arena pertandingan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







