
Pantau - Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) langsung melanjutkan program pelatnas untuk mempersiapkan atlet menuju Paralimpiade usai gelaran ASEAN Para Games 2025 di Thailand.
Persiapan dilakukan melalui pelatnas jangka panjang yang berfokus pada cabang olahraga unggulan dan atlet-atlet berpotensi.
Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, menegaskan bahwa pelatnas untuk cabang unggulan terus berjalan tanpa henti sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap pembinaan berkelanjutan.
“Memang ada beberapa pelatnas jangka panjang yang tidak terputus, yaitu cabang olahraga unggulan yang kita persiapkan untuk Olimpiade dan Paralimpiade selalu pelatnas jangka panjang,” ungkapnya.
10 Cabang Prioritas NPC dan Proyeksi Paralimpiade
Khusus untuk Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia, terdapat 10 cabang olahraga yang diproyeksikan ke Paralimpiade dan telah menjalani pelatnas secara berkelanjutan sejak 2024.
Sementara itu, cabang olahraga di luar 10 tersebut—yang tidak dipertandingkan dalam Asian Para Games dan Paralimpiade—diberikan jatah pelatnas selama dua bulan.
“Kalau NPC itu kita berikan 10 cabor yang diproyeksikan ke Paralimpiade, dari 2024 kami selalu pelatnaskan terus, yang di luar 10 ini yang tidak dipertandingkan Asian Para Games dan Paralimpiade, kita berikan dua bulan pelatnas,” jelas Surono.
Ia menambahkan bahwa setelah Paralimpiade Paris, atlet yang diproyeksikan tetap akan kembali mengikuti pelatnas sebagai kelanjutan pembinaan jangka panjang.
Evaluasi 2026 dan Kaderisasi Atlet Muda
Pada tahun 2026, Kemenpora akan melakukan peninjauan menyeluruh untuk persiapan menuju Asian Para Games Nagoya 2026 dan Paralimpiade Los Angeles 2028.
Evaluasi tersebut akan mencakup pemetaan atlet berdasarkan prioritas untuk pembinaan jangka menengah dan panjang.
Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk ASEAN Para Games 2025 Thailand, Reda Manthovani, menyatakan bahwa hasil ASEAN Para Games menjadi dasar penting untuk percepatan kaderisasi atlet dan pelatnas berkelanjutan.
“Dengan kondisi hasil ASEAN Para Games ini, maka ini mungkin saya menyarankan agar atlet-atlet yang muda ini langsung masuk pelatnas apapun situasinya, dengan pembiayaan pemerintah dan nonpemerintah,” ujarnya.
Reda mencatat bahwa sejumlah atlet muda tampil melampaui ekspektasi dengan meraih medali emas, terutama pada cabang para balap sepeda dan para renang.
Sementara itu, atlet dari cabang seperti catur yang belum mencapai target namun punya proyeksi medali, tetap perlu dipertahankan dalam pelatnas.
Ia menambahkan bahwa waktu menuju Asian Para Games—yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026—sudah sangat ideal untuk memulai pelatnas lebih awal.
Atlet-atlet berprestasi di ASEAN Para Games dapat langsung masuk training camp untuk memaksimalkan persiapan.
- Penulis :
- Aditya Yohan







