
Pantau - Pemerintah Tiongkok menargetkan pembangunan 28 juta fasilitas pengisian daya kendaraan listrik (EV) pada akhir tahun 2027, sebagai bagian dari strategi besar memperkuat infrastruktur transportasi berbasis energi bersih dan mendukung transisi menuju ekosistem kendaraan ramah lingkungan.
Pertumbuhan Infrastruktur dan Teknologi Canggih V2G
Hingga Desember 2025, total fasilitas pengisian daya di China tercatat mencapai 20,092 juta unit, terdiri atas 4,717 juta unit publik dan 15,375 juta unit privat.
Fasilitas publik meningkat 31,9 persen secara tahunan (year-on-year), sementara pengisi daya privat tumbuh 56,2 persen dalam periode yang sama.
Untuk mencapai target 2027, pemerintah berencana menambah:
1,6 juta konektor DC di kawasan perkotaan
40.000 konektor ultra-fast charging di jalan tol dan rest area
5.000 unit fasilitas Vehicle-to-Grid (V2G), yang memungkinkan mobil listrik tidak hanya mengisi daya tetapi juga menyuplai listrik kembali ke jaringan.
Teknologi V2G menjadi bagian penting dari sistem energi pintar (smart grid), mengintegrasikan mobilitas dengan ketahanan energi.
Penetrasi Kendaraan Listrik dan Dampaknya bagi Pasar Global
Pasar kendaraan energi baru (NEV) di Tiongkok mencatat lonjakan signifikan dalam lima tahun terakhir.
Penetrasi NEV meningkat dari 5,4 persen pada 2020 menjadi 54 persen pada 2025.
Produksi NEV melonjak dari 1,37 juta unit menjadi lebih dari 16 juta unit dalam periode yang sama.
Sementara itu, penjualan mobil berbahan bakar bensin turun drastis dari 18,17 juta unit (2020) menjadi 10,7 juta unit pada 2025.
Percepatan pembangunan infrastruktur ini bertujuan menjawab lonjakan permintaan kendaraan listrik, sekaligus meningkatkan kenyamanan, aksesibilitas, dan kecepatan pengisian daya bagi pengguna.
Dengan langkah ini, China tidak hanya memperkokoh dominasinya di pasar EV global, tetapi juga memimpin pengembangan standar infrastruktur hijau dan cerdas yang bisa menjadi acuan bagi negara lain.
- Penulis :
- Gerry Eka







