Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Politik

Pemerintah Tegaskan Komitmen Jaga Demokrasi Usai Penyerangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemerintah Tegaskan Komitmen Jaga Demokrasi Usai Penyerangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS
Foto: (Sumber: Tangkapan layar - Presenter televisi Tina Nataliza berpose dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang diunggah melalui akun Instagram pribadi @tina_nataliza di Jakarta, Jumat (6/12/2024). (ANTARA/Andi Firdaus).)

Pantau - Staf Khusus Wakil Presiden Tina Talisa menegaskan pentingnya menjaga ruang demokrasi agar tetap sehat dan terbuka menyusul penyerangan menggunakan air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap insiden kekerasan yang menimpa aktivis hak asasi manusia tersebut.

Tina menyampaikan bahwa pemerintah memberikan perhatian dan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut.

Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan seperti penyiraman air keras tidak dapat dibenarkan.

Kekerasan dinilai bertentangan dengan prinsip kehidupan berbangsa dan bernegara yang menjunjung tinggi hukum, kemanusiaan, dan nilai demokrasi.

Tina menyatakan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan kepada aparat penegak hukum.

Arahan tersebut meminta agar kasus penyerangan terhadap Andrie Yunus diusut tuntas.

Proses penyelidikan diminta dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Pemerintah Pastikan Penanganan Korban dan Proses Hukum

Pemerintah menegaskan bahwa negara berkepentingan memastikan setiap tindakan kekerasan terhadap warga negara ditangani secara serius dan berkeadilan.

Pemerintah juga memastikan korban mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.

Selain itu pemerintah juga memberikan dukungan pemulihan bagi korban.

Pemerintah terus memantau perkembangan proses penegakan hukum yang sedang berjalan.

Pemerintah menegaskan komitmen untuk memperkuat perlindungan terhadap warga negara.

Pemerintah juga berkomitmen menjaga ruang demokrasi agar tetap terjaga.

Pemerintah mengajak seluruh pihak untuk memberikan kepercayaan kepada proses hukum yang sedang berlangsung.

Masyarakat juga diimbau bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif.

Polri Selidiki Kasus Penyerangan Aktivis HAM

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyatakan Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan Polri untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Polri saat ini sedang mengumpulkan berbagai informasi terkait kasus penyerangan terhadap Andrie Yunus.

Polri juga membuka posko pengaduan bagi masyarakat untuk membantu proses penyelidikan.

Sebelumnya pada 12 Maret 2026 Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras.

Peristiwa tersebut terjadi saat korban mengendarai sepeda motor.

Kejadian terjadi setelah Andrie Yunus melakukan rekaman siniar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia.

Rekaman siniar tersebut membahas topik militerisme dan uji materi Undang-Undang tentang Tentara Nasional Indonesia.

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia menilai teror terhadap Andrie Yunus sebagai dugaan pembunuhan berencana.

Penulis :
Gerry Eka