
Pantau - Komunitas Artificial Intelligence Community of Indonesia (AICO) merilis buku panduan praktis berjudul “Cara Bikin Konten AI” sebagai langkah edukatif untuk meningkatkan literasi masyarakat dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), khususnya dalam pembuatan konten digital.
AI Dominasi Konten Digital, Kreator Dituntut Beradaptasi
Tommy Teja, Co-Founder AICO, mengungkapkan bahwa konten berbasis AI diprediksi akan semakin mendominasi media sosial mulai tahun 2026, seiring meningkatnya pengaruh algoritma yang kini dipenuhi oleh konten buatan AI.
"Dalam beberapa tahun terakhir, AI digunakan secara masif di hampir seluruh lini produksi konten: mencari ide, menulis naskah, menciptakan visual dan video hyper-realistic, hingga distribusi konten dalam skala besar dengan kecepatan tinggi," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa perubahan ini menciptakan peluang besar bagi kreator dan pelaku usaha karena AI mampu menekan biaya produksi, mempercepat proses kerja, dan tetap menghasilkan konten yang menarik, realistis, dan relevan.
"Kreator yang tidak beradaptasi berisiko tertinggal. Padahal, AI justru membuka peluang besar karena mampu menekan biaya produksi, mempercepat proses kerja, dan tetap menghasilkan konten yang menarik, realistis, serta relevan, bahkan memungkinkan integrasi brand secara lebih kreatif," tambahnya.
Namun, AICO juga mencermati bahwa laju adopsi AI menimbulkan tantangan serius, seperti rendahnya literasi digital, minimnya pemahaman publik soal cara kerja dan batasan AI, potensi penyalahgunaan teknologi, serta persoalan etika.
AI kerap disalahartikan sebagai jalan pintas instan, bukan sebagai alat strategis yang seharusnya digunakan secara bertanggung jawab.
Buku “Cara Bikin Konten AI” Jadi Langkah Strategis AICO
Sebagai respons atas tantangan tersebut, AICO memperkenalkan buku “Cara Bikin Konten AI” yang dirancang sebagai panduan praktis dan aplikatif.
Buku ini menyasar berbagai kalangan, mulai dari kreator konten, pekerja media, pelaku UMKM, pelajar, hingga marketer dan masyarakat umum.
Isi buku disusun untuk membahas alur pembuatan konten dari ide hingga produk akhir, dilengkapi dengan studi workflow dan pemanfaatan berbagai tools AI populer.
"Kami ingin membantu UMKM, kreator konten, hingga individu dari berbagai latar belakang profesi agar mampu memanfaatkan AI secara optimal dan bertanggung jawab. Melalui buku ini, kami merancang formula pembelajaran yang praktis dan mudah diikuti, mulai dari buku fisik, rangkuman tools, QR menuju video tutorial, hingga akses praktik langsung. Tujuannya sederhana, agar siapa pun bisa mewujudkan ide dan imajinasi mereka menjadi konten nyata dengan bantuan AI," ia mengungkapkan.
AICO menegaskan komitmennya untuk terus mendorong edukasi, literasi, dan adopsi AI yang etis serta inklusif.
Bentuk komitmen tersebut mencakup penerbitan buku, diskusi publik, kelas edukasi, hingga kolaborasi lintas sektor.
Tujuan utama dari inisiatif ini adalah menjembatani kesenjangan pemahaman antara teknologi AI dan masyarakat luas.
AICO juga memastikan akan terus menghadirkan berbagai program edukatif yang relevan dengan perkembangan teknologi.
- Penulis :
- Aditya Yohan







