HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Wamendiktisaintek Dorong Strategi Pendidikan dan Infrastruktur untuk Atasi Kesenjangan AI

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Wamendiktisaintek Dorong Strategi Pendidikan dan Infrastruktur untuk Atasi Kesenjangan AI
Foto: (Sumber : Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie dalam acara Innovation, Data, and Economy (IDE) Katadata Future Forum 2026, Rabu (15/4/2026). ANTARA/HO-Kemdiktisaintek.)

Pantau - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mendorong penguatan pengetahuan, investasi, dan infrastruktur sebagai strategi utama untuk mengatasi kesenjangan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta, Kamis (16/04), menyoroti dominasi negara maju dalam penguasaan teknologi AI.

"Kita harus melihat kenyataan berdasarkan data. Asah kemampuan yang tepat dan terspesialisasi, investasi kepada hal-hal yang mendukung jawaban dari apa yang dibutuhkan Indonesia, dan bangun infrastruktur di dalam negeri setelah memiliki sumber daya yang dibutuhkan," ujarnya.

Fokus pada Spesialisasi dan Riset Nasional

Stella menjelaskan kesenjangan pertama terletak pada aspek pengetahuan, di mana produksi paten dan publikasi ilmiah AI masih didominasi negara maju.

Ia menilai Indonesia perlu menentukan bidang spesialisasi yang menjadi kekuatan nasional, seperti riset rumput laut yang memiliki potensi besar sebagai komoditas unggulan.

Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing nasional melalui pengembangan riset yang terarah.

Infrastruktur dan Kemandirian Data Jadi Kunci

Selain pengetahuan, Stella menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur, khususnya dalam pengelolaan data sebagai komponen utama AI.

Menurutnya, AI terdiri dari data, algoritma, dan kemampuan pemrosesan sehingga ketersediaan data menjadi aset strategis bagi Indonesia.

"AI harus kita gunakan untuk pembangunan, bukan sebaliknya. Dengan strategi yang tepat pada pendidikan, investasi, dan infrastruktur, kita dapat memperkecil kesenjangan dan meningkatkan daya saing bangsa," katanya.

Ia juga menekankan perlunya pembangunan pusat data yang didukung energi stabil dan berkelanjutan serta kolaborasi antara pemerintah, industri, dan sektor swasta melalui kemitraan riset.

Upaya tersebut diharapkan mampu mempercepat pengembangan AI nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap teknologi luar negeri.

Penulis :
Aditya Yohan