Pantau Flash
31 Gempa Susulan Guncang Semarang hingga Minggu Siang
Buka Festival Sriwijaya XXIX, Sandiaga Uno Harapkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumsel Segera Bangkit
Panglima TNI Bilang TNI dan Polri Adalah Ujung Tombak Penanggulangan COVID-19
YLKI Sebut Aturan Wajib PCR Penumpang Pesawat Diskriminatif, Minta Jangan Ada Aura Bisnis dan Pihak yang Diuntungkan
Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 802 Orang, Jateng Jadi Penyumbang Terbanyak

3 Blok Migas Sudah Laku, Arcandra: Blok West Ganal Daerah Easy Code

Headline
3 Blok Migas Sudah Laku, Arcandra: Blok West Ganal Daerah Easy Code Blok Migas (Foto: Kementerian ESDM)

Pantau.com - Tiga blok minyak dan gas bumi (migas) yaitu Blok Anambas di lepas pantai Kepulauan Riau dan Blok Selat Panjang yang berlokasi daratan Riau. Serta 1 blok West Ganal di lepas pantai Selat Makassar, merupakan hasil lelang tahap II.

Sebagaimana diketahui, Konsorsium Eni Indonesia Limited, PT Pertamina (Persero), Neptune Energy West Ganal B.V. menjadi pemenang lelang di blok West Ganal ini.

"(Blok West Ganal) ini daerahnya easy code, kenapa? karena LNG Bontang ada disitu, jadi (untuk gas) sudah ada LNG plant-nya. Kami yakin sekali dengan konsorsium ini mampu melakukan yang terbaik untuk pengelolaan West Ganal," jelas Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar.

Sementara, untuk blok migas yang belum memiliki pemenang, utamanya karena waktu lelang yang kurang panjang, Arcandra meyakini bahwa jumlah blok migas yang laku dilelang akan terus bertambah. Mengingat saat ini pemerintah juga tengah menawarkan 4 blok migas di lelang tahap III. Keempat blok tersebut adalah East Gebang di Sumatera Utara, West Tanjung I di Kalimantan Tengah, Belayan I di Kalimantan Timur dan blok Migas Cendrawasah VIII di Papua.

Baca juga: Sri Mulyani Usulkan Iuran BPJS Kesehatan Naik 100 Persen! Kelas I Rp160.000

Berdasarkan jadwal, penawaran lelang tahap III tahun 2019 saat ini berada pada tahap akses bid document yang dimulai sejak tanggal 26 Juli hingga 18 Oktober 2019. Untuk pemasukan dokumen partisipasi akan dilaksanakan pada 18 Oktober 2019 hingga 25 Oktober 2019. 

Keyakinan ini bukan tanpa alasan, mengingat saat ini data migas telah transparan seiring telah diterbitkannya Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 7 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Data Minyak dan Gas Bumi. 

"Kita sampaikan kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) migas, apakah data yang kita miliki sudah cukup untuk digunakan sebagai bahan lelang? Kita perlihatkan dulu bahwa kita punya data segini, cukup atau tidak. Ini yang membedakan, kita terus permudah. Kita tidak mau lagi lelang tanpa data yang cukup bagi kontraktor," jelas Arcandra.

Baca juga: Ekspor Cangkang Sawit Ke Jepang, RI Penuhi Bahan Energi Hijau Dunia

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi menambahkan, Pemerintah optimis dengan diterbitkannya Permen ini dapat mengundang sebesar-besarnya investasi di hulu migas. Pemerintah memberikan akses data kepada semua pihak yang membutuhkannya dengan akses yang sebesar-besarnya bagi pihak yang terdaftar menjadi anggota.

"Kemarin saat aplikasi ini dipresentasikan kepada kontraktor migas, mereka mengakui bahwa aplikasi data migas ini sangat membantu dalam melakukan pengelolaan data migas. Silahkan, bisa diakses di alamat datamigas.esdm.go.id," ujar Agung.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: