
Pantau.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai membaik meninggalkan posisi Rp14.000. Dari data perdagangan Bloomberg rupiah kembali mengalami penguatan sebesar Rp 13.980 per dolar AS. Namun posisi ini dinilai masih tidak stabil terutama menghadapi Rapat dewan bank central AS (FOMC) Juni mendatang.
Menanggapi hal tersebut, Bank Indonesia membuka sinyal akan menaikkan kembali suku bunga. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya akan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) tambahan Rabu (30/5/2018) mendatang.
"Oleh karena itu, kami sudah jadwalkan RDG bulanan tambahan pada hari Rabu untuk merumuskan kebijakan ini. Ini bukan RDG emergency, ini RDG tambahan," ujarnya saat jumpa pers, Senin (28/5/2018).
Baca juga: Tergencet Dolar, Pemerintah Pastikan Kondisi Perekonomian Kuat
Hal ini kata Perry, dilakukan untuk merespon kebijakan subung secara preemptive, frontloading, untuk memperkuat dan menstabilkan nilai tukar rupiah. disamping agar tetap konsisten agar inflasi 2018-2019 terjaga 3,5+-1%.
"Kami kalau melakukan respon cepat ya RDG bisa ditambah. disamping juga sekaligus langkah preemptive untuk FOMC tanggal 14 juni yang akan datang," ungkapnya.
Pihaknya menegaskan, dalam jangka pendek BI memprioritaskan kebijakan moneter untuk stabilisasi nilai tukar urpiah.
"Fokus kami jangka pendek kebijakan moneter stabilias nilai tukar," pungkasnya.
- Penulis :
- Nani Suherni









