Pantau Flash
Jakarta Resmi Jalankan PSBB, Ojol Dilarang Bawa Penumpang
Presiden Jokowi Minta Dana Desa Sebesar Rp72 Triliun untuk Tangani Korona
Rupiah Menguat 23 Poin, Dibuka Rp16.390 per Dolar AS
Indonesia Open 2020 Resmi Ditunda
DKI Jakarta Resmi PSBB: Kasus Positif Korona 1.395, 133 Meninggal Dunia

Ibu Kota Pindah, Investor Asing Mulai Lirik Aset Pemerintah di Jakarta

Ibu Kota Pindah, Investor Asing Mulai Lirik Aset Pemerintah di Jakarta Monas. (Foto: Antara)

Pantau.com - Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Kementerian Keuangan menyebut banyak investor asing yang melirik aset negara seperti gedung-gedung pemerintah di Jakarta. Hal ini seiring adanya pemindahan Ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur yang direncanakan pada 2024.

"Mereka (investor), sudah melihat kawasan Thamrin, Sudirman, Gatot Subroto. Tapi mereka belum nunjuk mekanismenya bagaimana. Karena gedungnya masih dipakai," ujar Direktur Barang Milik Negara Kementerian Keuangan, Encep Sudarwan, Jumat (14/2/2020).

Ia mengatakan salah satu investor sudah tertarik memanfaatkan aset gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berlokasi di Senayan.

Baca juga: Bappenas: Ibu Kota Baru Indonesia Jadi Sorotan Dunia


"Kemendikbud dipilih lantaran lokasinya berdekatan dengan pusat perbelanjaan FX Sudirman sebuah kawasan pusat perbelanjaan. Jadi apabila digabungkan dengan FX Sudirman keren itu," paparnya.

Ia juga melanjutkan para investor itu masih melakukan pengkajian. "Karena mereka masih menunggu kepastian kapan menjadi gak nih pindah," kata dia.

Baca juga: Konsultan China dan Jepang Akan Terlibat di Proyek Ibu Kota Baru


Sebelumnya, pemindahan Ibu kota dari Jakarta menuju Kalimantan akan menjadi sejarah dunia. Musababnya, hanya Indonesia lah yang memindahkan ibu kotanya dari satu pulau ke pulau lainnya.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan, beberapa negara memang sudah lebih dahulu memindahkan ibu kotanya. Hanya saja, pemindahan ibu kota itu masih dalam lingkup satu pulau.




Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: