Pantau Flash
MenkumHAM Siap Hadapi Gugatan Tommy Soeharto Soal Partai Berkarya
Polri Limpahkan Kasus Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra ke Kejaksaan
Jokowi: Dibandingkan Kematian Rata-rata Dunia, Kita Masih Lebih Tinggi
Jokowi Perintahkan Rencana Vaksinasi COVID-19 Rampung dalam 2 Pekan
Gempa M 5,3 Guncang Sumba Barat NTT, Terasa hingga Denpasar dan Mataram

Jokowi: Tingkatkan Pendapatan Petani, Nelayan dan UMKM untuk Kuartal Ketiga

Jokowi: Tingkatkan Pendapatan Petani, Nelayan dan UMKM untuk Kuartal Ketiga Presiden Joko Widodo. (Foto: Twitter/@jokowi)

Pantau.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat untuk membeli produk pertanian, perikanan, dan serta produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam negeri daripada produk impor agar dapat meningkatkan pendapatan para petani, nelayan, dan para pelaku usaha kecil.

“Bukan hanya pada penguatan daya beli petani, nelayan dan UMKM, tapi akan menjadi mesin penggerak bagi pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal ketiga 2020 ini,” kata Presiden secara virtual kepada peserta Kongres Luar Biasa Partai Gerindra, Sabtu (8/8/2020).

Presiden meminta kerja sama untuk membangkitkan pelaku ekonomi kecil yang sangat terdampak oleh kontraksi ekonomi akibat pandemi virus corona baru atau COVID-19.

Baca juga: Presiden Jokowi Teken Aturan Gaji ke-13, Ini Besaran Rinciannya

“Ekonomi rakyat, ekonomi UMKM itu juga harus kita bangun, bangkitkan. Roda perekonomian harus bisa kita gerakan lagi dengan cara apa? Dengan cara membeli produk-produk buatan dalam negeri,” ujar Presiden.

Meski demikian, Presiden menekankan penanganan kesehatan masyarakat tetap menjadi yang utama saat ini. Namun masalah penanganan dampak ekonomi juga tidak boleh berhenti karena menyangkut kehidupan masyarakat luas.

Dia kembali mengingatkan pentingnya disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. “Jangan sampai kita masuk ke gelombang ke dua, second wave yang memperlambat kita untuk pulih kembali. Kuncinya adalah disiplin menjalankan protokol kesehatan,” ujar dia.

Menurut Presiden, tidak ada satupun negara yang siap dalam menghadapi krisis akibat pandemi COVID-19. Hingga saat ini, sudah 18 juta penduduk dunia terinfeksi COVID-19 dan 696 ribu di antaranya meninggal dunia.

Baca juga: Parah Nih! Lombok 26 Kali Mati Listrik Akibat Layang-layang Nyangkut

Pandemi ini juga telah menyebabkan kontraksi yang dalam terhadap pertumbuhan ekonomi berbagai negara di dunia.

Beberapa negara dengan ekonomi maju mengalami penurunan produktivitas yang cukup dalam. Misalnya, berdasarkan data terbaru, kata Presiden, pertumbuhan ekonomi Prancis minus 19 persen, India minus 18,9 persen, Inggris minus 17,9 persen, Uni Eropa minus 14,4 persen, Singapura monus 12,6 persen dan lain sebagainya.

Kepala Negara mengajak segenap bangsa dan negara untuk terus optimistis bahwa Indonesia pasti bisa mengatasi persoalan pandemi COVID-19. Hal itu karena Indonesia adalah bangsa pejuang. “Semangat inilah yang harus terus kita gelorakan saat menghadapi situasi yang sangat-sangat sulit ini," kata dia.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: